Kisah Sukses : Deru Kesuksesan Seorang Guru Honorer

Posted by tasya diah safitri safitri Minggu, 09 Oktober 2011 0 komentar


"Ada hal yang tidak bisa saya lupakan sampai saat ini yaitu perkataan dari salah satu kerabat saya, bahwa saya ini berlagak seperti orang kaya tapi tidak mampu. Kata­kata itulah yang selalu saya jadikan cambuk untuk meraih kesuksesan ber­ sama IFA."


Anita Azimatinur merupakan anak terakhir dari sembilan bersaudara. Terlahir sebagai anak bungsu membuat perempuan yang akrab disapa Anita ini paling dimanja di antara delapan saudara lainnya. Namun bukan berarti semua yang dia minta bisa terpenuhi, maklum orangtua Anita hanyalah seorang petani yang hanya mengandalakan penghasilannya dari kebun yang digarap seorang diri.

Hidup dalam kungkungan ekonomi pas-pasan, membuat orangtua Anita harus berjuang keras demi menghidupi sembilan anaknya. Tak jarang Anita melihat ibunya menitikkan air mata saat tak bisa memenuhi keinginan anak-anaknya. "Saya sering sekali melihat ibu saya menangis di saat anak-anaknya meminta sesuatu yang tak mungkin bisa ia berikan, karena kondisi keuangan yang serba kekurangan," kenangnya sedih.

Keluarga Anita seringkali dianggap remeh dan dianggap rendah oleh keluarga besarnya. Maklum, di antara keluarga besarnya, hanya keluarganya yang hidup dalam kekurangan, sedangkan saudara- saudara lainnya hidup dalam kecukupan. Peristiwa lima belas tahun silam itu masih meninggalkan perih di hati Anita hingga sekarang. Meski begitu, Anita bangga kepada orangtuanya yang begitu sabar dan tak pernah meminta belas kasihan terhadap orang lain. Sikap ini pula yang mengajarkannya untuk maju dan pantang menyerah.

Memasuki kelas tiga SMA, perempuan kelahiran Palu, 08 Desember 1986 ini harus merasakan pedihnya kehilangan orang yang paling dicintainya. Ayahanda tercinta pergi meninggalkan dia untuk selamanya. Kejadian itu membuat Anita dan saudaranya terpukul, terlebih sang ibu terus-terusan menangis meratapi kepergian suami tercintanya.

Tanggungjawab sebagai tulang punggung keluarga diemban Nurindah, kakak Anita, yang saat itu berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil. Nurindah pula yang membiayai Anita kuliah di fakultas kegu- ruan dan ilmu pendidikan, Universitas Tadulako Palu. Didikan sang kakak me- mang sangat keras terhadap adik-adiknya. Namun semua itu dilakukan agar adik-adiknya bisa berhasil di kemudian hari.

Semester dua, Anita dipinang Fachrudin untuk menjadi isterinya. Kedekatan yang sudah terjalin sejak lama ini berakhir di pelaminan. Tepatnya 22 Februari 2006, mereka resmi menjadi sepasang suami-isteri. Fachrudin sendiri seorang sarjana agama yang berkecimpung di kegiatan sosial dan keagamaan.

Kehidupan Setelah Menikah
Sebagai seorang calon pendidik, Anita diwajibkan untuk melakukan praktik mengajar di sekolah-sekolah. Hal itu bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliahnya, juga untuk mengaplikasikan semua teori yang didapatnya di dalam kelas. Saat mengajar di taman kanak- kanak itulah, Anita berjumpa dengan Eko Sunaryo, ibu dari salah satu muridnya. Eko Sunaryo inilah orang pertama yang memperkenalkan IFA kepada Anita.

Mei 2007, Anita resmi bergabung dengan IFA. Saat itu tidak ada niatan untuk menjadikan IFA sebagai lahan bisnis, dia hanya tertarik dengan diskon langsung yang ditawarkan IFA. Anita sendiri waktu itu sedang serius-seriusnya menekuni MLM yang sejenis dengan IFA sehingga tak ada niatan untuk menyelami bisnis IFA lebih dalam.

Selepas lulus kuliah, Juli 2008, Ibu dari Fauzan Hidayat dan Atika Aini ini diterima sebagai guru honorer di sekolah yang jaraknya tak jauh dari rumah kontrakannya. Anita berpikir, jika dia tekun dalam waktu tiga tahun dia bisa diangkat menjadi PNS. Namun sayang, kenyataan itu tak sejalan dengan harapannya. Setelah tiga tahun mengabdi, Anita tak juga diangkat menjadi PNS, penghasilannya sebagai guru honorer pun dirasakan sangat kurang, terlebih dia telah memiliki buah hati saat itu.

Fachrudin lalu menyarankan Anita untuk serius menekuni IFA. Fachrudin melihat penghasilan IFA sangat menjanjikan dan jenjang karirnya juga bagus. Mendapat masukan dari sang suami, Anita pun mencoba untuk fokus di IFA. Sejak itu dia rajin menjual produk IFA dan merekrut member.

"Pada tahun 2008, saya mencoba mulai fokus pada binis IFA. Saya langsung mengembangkan jaringan saya, antara lain melakukan home sharing dari rumah ke rumah dan menjadikan saudara saya sebagai member IFA. Ternyata di luar dugaan saya, saudara saya juga banyak mengajak teman-temannya di kampung untuk jadi member IFA, dan yang tertarik pun banyak. Karena itu rata-rata omzet-nya mencapai 20 juta per bulan," ceritanya.

Berkat kegigihannya, karir bisnis Anita kini berada di level IFA Silver Agent (ISA). Jaringannya berkembang hingga 100 orang. Omzetnya pun mencapai 60 juta rupaih per bulan.

Dengan keberhasilan awal ini, Anita kian terlecut untuk mengembangkan IFA. Ke depan, Anita bahkan berobsesi ingin menjadikan IFA sebagai MLM terdahsyat di Palu. Semua itu dia lakukan untuk membuktikan kepada kerabat dan semua orang bahwa dia bisa sukses dengan kerja kerasnya




Berminat jadi agent IFA ..? Silahkan klik : DISINI


TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kisah Sukses : Deru Kesuksesan Seorang Guru Honorer
Ditulis oleh tasya diah safitri safitri
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://www.ifadahsyat.biz/2011/10/kisah-sukses-deru-kesuksesan-seorang.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

IFA DAHSYAT support BELI TIKET MURAH - Original design by Bamz | Copyright of IFA DAHSYAT " Seni Berbelanja di Rumah ".