Saya Mengenal IFA Lebih pada Sosok Pendiri Sekaligus CEO IFA, yakni Bapak Tanu Sutomo

Posted by tasya diah safitri safitri Rabu, 05 Oktober 2011 0 komentar

Ir. Kristanto Santosa,Executive Director Business Innovation Center (BIC)

Saya mengenal IFA lebih pada sosok pendiri sekaligus CEO IFA, yakni Bapak Tanu Sutomo, yang saya sapa Pak Tomo, saat kami baru saja mendirikan Business Innovation Center (BIC) pada tahun 2008, melalui sahabat beliau Pak Pudjianto yang kebetulan juga ikut berpartisipasi membangun BIC.

Saat pertama kali berkenalan dengan Pak Tomo, terus terang tidak ada kesan yang istimewa, karena gaya beliau yang sederhana apa adanya, "low-profile", bahkan terasa sedikit kesan bahwa beliau adalah pengusaha yang nekad dan tertarik pada segala hal. Saat Pak Tomo kami undang untuk menjadi pemrasaran pada ulang tahun BIC yang pertama, barulah mulai nampak ketajaman, kecepatan, serta semangat Pak Tomo sebagai seorang business entrepreneur sekaligus social entrepreneur sejati. Saya yakin bahwa pak Tomo akan tetap konsisten pada "track" beliau sebagai inovator bisnis yang bukan sekadar "multi-level" businessman biasa.


Mengenai inovasi yang memungkinkan untuk IFA lakukan, saya pikir Pak Tomo dan jajaran managemen jauh lebih tahu daripada saya. Anda semua orang yang sangat memahami medan, sedangkan saya hanya pengamat dari jauh, hanya sebagai pemberi komentar. Untuk tahu "memungkinkan atau tidak" perlu pengujian di lapangan, dan IFA punya feedback-nya, saya tidak; IFA di sektor riil, saya di sektor “imajiner”.

Agar IFA dapat tetap eksis bahkan lebih berkibar di tahun-tahun mendatang, saya hanya bisa mengutarakan pendapat yang bersifat umum, atau bahkan mungkin "sumir".

Menurut saya, power dari multi-level adalah karena overhead yang rendah, dan laskar penjual yang self motivated. Jadi agar overhead tetap rendah, jaga keseimbangan antara back-bone products dan new products, kebanyakan new products membuat overhead tinggi, kurang new products membuat prospek pertumbuhan berkurang. Membuat laskar penjual IFA selalu self motivated, saya kira faktor terpenting adalah gain-share scheme (skema besaran pembagian), berapa yang mereka dapatkan. Dengan begitu gain-share scheme yang baik, maka self motivated para laskar pejual pasti akan tetap terjaga, dan memberi imbas yang positif bagi perkembangan IFA.

Sukses selalu untuk IFA!
Salam inovasi!


Berminat jadi agent IFA ..? Silahkan klik : DAFTAR
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Saya Mengenal IFA Lebih pada Sosok Pendiri Sekaligus CEO IFA, yakni Bapak Tanu Sutomo
Ditulis oleh tasya diah safitri safitri
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://www.ifadahsyat.biz/2011/10/saya-mengenal-ifa-lebih-pada-sosok.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

IFA DAHSYAT support BELI TIKET MURAH - Original design by Bamz | Copyright of IFA DAHSYAT " Seni Berbelanja di Rumah ".