Figur Publik : Tung Desem Waringin

Posted by tasya diah safitri safitri Sabtu, 26 November 2011 0 komentar

Lewat Email Tak Henti Memotivasi

Tung Desem Wa­ringin mungkin sa­dar betul bahwa masih banyak rak­yat Indonesia yang hidupnya kurang beruntung. Apalagi dengan latarbe­lakang kehidupan dirinya yang penuh liku. Sempat mera­ sakan kehidupan di bawah atau jatuh, hingga pada akhirnya mencapai kesuksesan seperti sekarang ini.

Kita mungkin masih ingat dengan "hujan" uang pada 1 juni 2008 silam. Ya, sebuah peristiwa langka di lapangan Group 1 Kopassus, Taman Taktakan, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten ini, terjadi penyebaran uang pec- ahan Rp1.000, Rp 5.000, dan Rp10.000 dari atas pesawat. Siapakah sang pemilik ide tersebut? Ternyata tidak lain, tidak bukan adalah motivator terkenal Tung Desem Waringin.

Sosok pria berkacamata ini punya alasan dan maksud tersendiri kenapa melakukan ide tersebut. Hujan uang menurutnya merupakan salah satu kiat sebelum meluncurkan bukunya berjudul Marketing Revolution. Hal itu juga, katanya adalah sebagai protes marketing. Dirinya melakukan protes atas begitu banyaknya biaya marketing yang dikeluarkan dan hanya menyebar seperti menaburkan uang di atas gunung berapi, lantas hilang, lenyap tidak berbekas dan tidak pernah kembali.

Sebagai seorang motivator, Tung Desem Waringin sah-sah saja melakukan- nya. Itu bukan sebuah penggambaran kesombongan atau keriyaan atas kekayaan yang dimiliki. Tapi memang, dibutuhkan sebuah hal berbeda yang bisa menarik perhatian banyak orang atas apa yang akan dilakukan.

Tung Desem Waringin mungkin sadar betul bahwa masih banyak rakyat Indonesia yang hidupnya kurang beruntung. Apalagi dengan latarbelakang kehidupan dirinya yang penuh liku. Sempat merasakan kehidupan dibawah atau jatuh, hingga pada akhirnya mencapai kesuksesan seperti sekarang ini.

Baru terlahir ke dunia, Tung Desem Waringin dihadapkan pada beban hidup orang tuanya. Bisnis ayahnya Tatang Sutikno, hancur berantakan menyisakan utang. Dengan terpaksa, Tung Desem yang baru dilahirkan tak mampu untuk ditebus dari rumah sakit. Memang sih dapat uang sumbangan dari para saudara, tapi justru dipakai untuk membayar utang. Orang tuanya memegang teguh komitmennya dengan janji.

Usaha
Sebelum menjadi seorang motivator, Tung Desem melewati kehidupan yang bersentuhan dengan entrepreneur. Sang ayah pun selalu melibatkan dan memberi nasehat kepadanya. "Kalau kita tak bisa jualan dengan baik, maka toko akan tutup, lalu kalian tak bisa sekolah, dan kita semua tidak bisa makan," begitu pesan sang ayah.

Nasehat sang ayah yang selalu diingatnya adalah tidak boleh menipu dalam menjalankan usaha. Tapi yang namanya usaha, tentunya mengalami perkembangan naik turun. Demikian pun halnya dengan usaha ayahnya berupa toko emas.

Melihat hal demikian, Teng bertekad suatu saat nanti harus bisa mencapai ke­ suksesan. Satu nasehat lain dari ayah- nya, "Kalau ingin sukses, bergaullah dengan orang sukses."

Ketika kuliah di Jurusan Hukum Perdata Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Tung menjadi Salesman emas. Tung yang kala itu hanya tinggal skripsi, mengambil emas dari kakaknya di Jakarta, menawarkan dari toko ke toko, mulai dari Tayu, Jepara, Semarang, Salatiga, Ambarawa, sampai ke daerah Pekalongan. Usaha yang dilakoni Tung membuahkan kesuksesan.

Kesuksesan pun mulai menghampiri kisah hidup berikutnya. Saat diterima bekerja di Bank Central Asia (BCA), Tung mendapat tugas yang cukup berat. Dia dikirim ke BCA Cabang Surabaya, harus membenahi 22 cabang pembantu (capem) yang hasil audit operasional- nya terburuk se­Indonesia. Meski tidak ada anak buah, tanpa jabatan, tanpa kewenangan, serta dijatah dua tahun harus selesai, tidak membuatnya patah semangat. Justru hal tersebut dibuktikan dengan kerja kerasnya. Tanpa kenal lelah, dengan gerak cepat, akhirnya Tung mampu berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. Olehnya, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugasnya cukup empat bulan.

Hasil kerjanya dinilai cukup sukses, karena BCA Cabang Surabaya memperoleh hasil audit terbaik di seluruh Indonesia. Karena itu, Tung kemudian mendapat tugas untuk membereskan pula Cabang Kupang dan Malang.

Dari tangan dinginnya pula, pertumbuhan kartu ATM di Kota Malang terbesar se-Indonesia, yakni 204.000. Selain itu, tingkat mati mesin ATM-nya terendah se-Indonesia. Saat memimpin Cabang Utama Malang, tahun 1998, BCA diambil alih pemerintah. Di kala semua cabang kehabisan uang, cabang Malang justru kebanyakan uang. Deposito membanjir.

Apa sebenarnya kunci kesuksesan dirinya sehingga bisa membereskan bank yang sedang bermasalahan tersebut? Menurutnya, Kuncinya, manusia bergerak karena cari nikmat meninggalkan sengsara. Waktu dirinya menggerakkan manusia, peraturan tinggallah peraturan jika tidak disertai hukuman. Aturan tanpa punishment hanyalah imbauan. Tung dengan keras menjaga peraturan, termasuk melakukan denda jika suatu unit melakukan kesalahan. Denda ditanggung karyawan dan pimpinan unitnya.



Langkah Awal
Sebagai titik balik dari kegiatannya sebagai motivator dimulai pria kelahiran Solo, 22 Desember 1967 ini , ketika mengikuti seminar Anthony Robbins di Singapura, meski biayanya 10.000 dollar Amerika. Keinginan nekadnya ini diwujudkan walaupun untuk membayar, tanah miliknya yang berada di Malang harus dijual.

Modal nekadnya tidak sia-sia sebab suami dari Suryani Untoro ini berhasil menjadi salah satu murid terbaik Anthony Robbins dan terpilih sebagai Exclusive Indonesia Anthony Robbins Authorized Consultant. Ia juga menjadi murid Robert G. Allen, pakar marketing terkemuka dunia. Bahkan menjadi Exclusive Indonesia Robert T. Kiyosaki Authorized Consultant.

Untuk    mempraktekkan    ilmunya, Tung kali pertama menjadi pembicara tamu acara yang diselenggarakan Columbia Elektronik dan Furnitur di Gedung Koni Jakarta. Langkah awal ini memang kurang begitu sukses dikarenakan sound system seminar itu seadanya dan saat ia
naik pentas, AC ruangan tiba-tiba mati.

Dari situ, kemudian ditantangnya Columbia untuk menggelar seminar gratis di Balai Sarbini. Ajakannya mendapat sam­ butan, sekitar 4.300 orang hadir dalam seminar itu. Dampaknya, omzet pen­jualan Columbia mengalami kenaikan.

Sebagai motivator, Tung tidak hanya jadi pembicara publik, tapi juga juga melayani konsultasi pribadi. Kliennya ber­ variatif, dari anak petani sampai anak man­ tan presiden. Satu hal yang membedakan dirinya dengan motivator lain adalah menyentuh setiap orang dengan hati.

"I do everything untuk mengubah orang. Dalam terapi, kalau perlu, ia saya pukul,"katanya.

Meski sudah mencapai seperti seka­ rang ini, ayah dari tiga orang anak ini, lebih senang dipanggil sebagai Pelatih Sukses. Tung telah berbicara di hadapan lebih dari 100 ribu orang. Makanya tidak salah pada tahun dalam salah satu tokoh The Most Powerful People & Ideas in Business 2005 (versi Majalah SWA).

Lewat Email
Selain hadir langsung sebagai pem­ bicara di hadapan ratusan orang, pria yang sempat mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) karena buku karyanya yang berjudul Fi­ nancial Revolution pada hari pertama diluncurkan laku terjual sebanyak 10.511 eksemplar, juga sangat rajin mengirim­ kan tulisan­tulisan yang bisa memotivasi.

Melalui Tung Desem Waringin (TDW) Club, hampir seminggu sekali mengirim­ kan tulisan lewat email para anggotanya yang sebelumnya memang telah ter­ daftar sebagai anggota club. Penulis yang tergabung dalam club tersebut, mendap­ atkan kiriman tulisan yang isinya sangat memotivasi.

Biasanya, selain mengirimkan tulisan, diselipkan kata motivasi. Misalnya saja : Meski di pedalaman sekalipun, selalu ada peluang dan kesempatan yang bisa diambil hingga kita bisa kaya dan sukses. peluang dan kesempatan ada dimana- mana, sudahkah saya mengoptimalkan- ya?

Atau seperti ini kalimatnya : Orang miskin, menghabiskan uang yang dida- pat, kalau ada sisa baru ditabung. Orang KAYA, menabung dulu sisanya baru di- habiskan. Ayo ikuti pola orang KAYA!

Contoh kiriman tulisan yang dikirim ke penulis misalnya :
Bersama Saya Tung Desem Waringin disini, Jika anda mau membangun rumah maka sebagian orang akan memanggil arsitek dan arsitek itu bersama anda membuat rencana. Tetapi ketika orang yang sama memulai membangun kekayaan mereka atau merencana- kan masa depan, mereka tidak pernah mendesain rencana finansial untuk hidup mereka. Mereka tidak mempunyai garis besar rencana kerja untuk menjadi kaya. Bahkan banyak orang tidak mempunyai rencana, mereka hanya menjalani hidup saja dan hanya bermimpi sewaktu-waktu mereka akan menjadi kaya. Banyak juga orang yang menggunakan satu-satu- nya jurus andalan, yaitu merencanakan untuk bekerja keras dan mereka tidak pernah kaya. Karena apa yang mereka kerjakan sekeras apapun memang tidak memungkinkan mereka untuk menjadi kaya. Dan biasanya orang menyebut itu rencana menjadi kaya

Contoh, menjadi buruh pabrik atau kuli bangunan, walaupun sekeras apapun mereka bekerja akan sulit sekali untuk menjadi kaya.

Ada juga orang yang mempunyai rencana yang lambat untuk menjadi kaya, rencana tersebut yaitu bekerja keras dan menabung. Dengan mengikuti rencana tersebut maka jutaan orang akan menghabiskan hidupnya dengan memandang keluar jendela dari kereta mereka yang lambat atau dari mobil mereka yang terjebak dari kemacetan lalu lintas menyaksikan limosin, helikopter, pesawat jet perusahaan, rumah-rumah mewah.

Dan yang paling menyedihkan ada juga orang yang mempunyai rencana untuk menjadi miskin. Begitu banyak orang mengucapkan kata-kata seperti ayah miskin Robert Kiyosaki "Ketika saya pensiun, maka penghasilan saya akan berkurang". Dengan kata lain mereka merencanakan untuk bekerja keras seumur hidup hanya untuk menjadi miskin.

"Saya membutuhkan kecepatan."
Kata Tom Cruise dalam Film TopGun. Ide bekerja seumur hidup, menabung, dan menaruh uang dalam rekening pensiun merupakan rencana yang sangat lambat. Rencana ini bagus dan masuk akal oleh 90% orang tetapi bukan rencana bagi orang yang ingin pensiun muda
dan pensiun kaya.

Berikut adalah beberapa ide tentang cara untuk membangun rencana yang lebih cepat:
1.Pilih strategi keluar anda terlebih dahulu. Kita harus mulai dari yang akhir, seperti yang dikatakan oleh Steven R. Covey dalam bukunya Seven Habits. Jadi kita harus menentukan dulu umur berapa kita ingin pensiun, berapa banyak uang yang kita miliki saat itu, atau berapa banyak pasif income kita pada waktu kita pensiun. Kemudian dalam logika saya sendiri maka kita harus;

2.Cari bidang apa yang kita suka atau mungkin kita akan suka yang bisa menghasilkan seperti yang kita tentukan sebelumnya. Apabila apa yang kita kerjakan sekarang tidak memungkinkan kita mencapai impian tersebut, Let It Go!

3.Kita cari orang yang sudah berhasil mencapai impian kita untuk diajak kerja sama atau belajar kepada orang tersebut.

4.Gunakan faktor kali atau leverage. Maksudnya kita bisa menggunakan RICE (Resources, Ide, Contact,Expertise) dari orang lain.

Sudahkah anda membuat rencana anda untuk menjadi kaya, dan seberapa cepatkah rencana anda?
Semoga bermanfaat. Salam Dahsyat!

Tung Desem Waringin
Apa yang dilakukan oleh Tung untuk berbagi ilmunya kepada masyarakat sebuah langkah yang memang ingin memotivasi agar kita bisa mencapai sukses. Memang sih, tulisan tersebut tidak terlalu besar pengaruhnya, sebab kesuksesan tergantung dari individu masing-masing.[]
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Figur Publik : Tung Desem Waringin
Ditulis oleh tasya diah safitri safitri
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://www.ifadahsyat.biz/2011/11/figur-publik-tung-desem-waringin.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

IFA DAHSYAT support BELI TIKET MURAH - Original design by Bamz | Copyright of IFA DAHSYAT " Seni Berbelanja di Rumah ".