Kontroversi Kemenangan Model Kerempeng

Posted by tasya diah safitri safitri Senin, 26 Desember 2011 0 komentar

Citra wanita cantik yang ditampilkan model-model kerempeng dikhawatirkan memicu anoreksia.

Julia Schneider (daily mail)

Julia Schneider menjadi sorotan atas kemenangannya di kontes model bergengsi 'Elite Model Look', di Shanghai, China, pekan ini. Bukan karena prestasinya, tapi karena perawakannya yang terlalu kurus alias kerempeng.

Mengalahkan puluhan model dari berbagai negara, kemunculannya sebagai pemenang mengundang kritik mengenai citra cantik seorang model di dunia industri. Kemunculannya dikhawatirkan mendorong perilaku menyimpang seperti anoreksia dan bulimia.

Sebagai pemenang, Schneider tentu akan muncul dalam sejumlah kampanye fashion. Tak heran, jika sejumlah kalangan khawatir model 15 tahun asal Gävle, Swedia, ini akan memprovokasi banyak wanita menjadi pengidap kelainan pola makan seperti anoreksia dan bulimia.

"Julia Schneider lebih terlihat seperti model anoreksia daripada seorang model yang stylish, industri mode harus memiliki standar," kata seorang kritikus di The Montreal Gazette, seperti dikutip dari Daily Mail.

Profesor Nada Stotland, ahli kejiwaan di Rush Medical College, Chicago, yang juga Wakil Presiden American Psychiatric Association mengatakan, kemunculan model kerempeng di media akan memengaruhi penderita gangguan pola makan.

Citra wanita cantik yang ditampilkan Schneider dikhawatirkan memicu anoreksia. Citra itu akan memancing gambaran model kerempeng sebagai bentuk tubuh ideal. "Kita tahu bahwa model supertipis memainkan peran dalam memicu kasus anoreksia," kata Stotland kepada USA Today.

Larangan Model Kerempeng

Kasus Schneider bukan hal baru di jagat mode. Pemerintah Australia sudah memeringatkan para pelaku industri fesyen untuk tak menampilkan model kerempeng di hadapan publik. Para desiner produk fesyen diminta tak lagi menggunakan jasa model wanita dengan indek massa tubuh (BMI) yang sangat rendah.

Pemerintah Australia mengeluarkan sejumlah kriteria tubuh ideal yang juga disepakati Yayasan Jantung di negara tersebut. Kriteria ini akan menjadi acuan bagi desainer, serta industri majalah dan iklan. Model yang terlalu kurus tidak boleh tampil di catwalks atau majalah gaya hidup wanita.

Pemerintah setempat khawatir, penampilan model-model dengan bobot tubuh jauh di bawah BMI ideal akan memprovokasi lonjakan pasien pengidap kelainan pola makan.

BMI dihitung dari berat badan (kilogram) dibagi tinggi badan kuadrat (meter persegi). Sebagai gambaran, seseorang berbobot 70 kilogram dan tinggi badan 160 sentimeter memiliki IMT 27,4 kilogram per meter persegi. Angka yang memposisikan dia dalam kategori gemuk itu muncul setelah membagi bilangan 70 kilogram dengan 2,56 meter persegi (1,6 meter x 1,6 meter). (umi)


Sumber :  VIVAnews



Mau jadi agent IFA ..? Silahkan klik : DISINI

atau

Jadi agent Tiket Pesawat ..? Silahkan klik : DISINI


TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kontroversi Kemenangan Model Kerempeng
Ditulis oleh tasya diah safitri safitri
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://www.ifadahsyat.biz/2011/12/kontroversi-kemenangan-model-kerempeng.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

IFA DAHSYAT support BELI TIKET MURAH - Original design by Bamz | Copyright of IFA DAHSYAT " Seni Berbelanja di Rumah ".