Serasa Memiliki Toko Sendiri

Posted by tasya diah safitri safitri Rabu, 14 Desember 2011 0 komentar

Joice Wullur (ISA) – Minahasa Utara
Terasa Memiliki Toko Sendiri
YUDI MARHADI


Untuk bisa sukses menjalankan sebuah bisnis, tidak salahnya melibatkan anggota keluarga lainnya. Memang sih kadangkala timbul perasaan-perasaan tidak enak, sungkan ataupun risih. Namun perasaaan tersebut harus segera dibuang, sebab dalam dunia bisnis dibutuhkan sebuah kerjasama yang baik.


Dua orang ini mempunyai latar belakang yang sama sebagai pengungsi. Joice Wullur pengungsi Timor-Timur pada Tahun 1999, sementara lelakinya pengungsi Ternate juga di tahun yang sama. Berangkat dari hal tersebut, keduanya mendapatakan kesempatan kedua untuk hidup, akhirnya Tahun 2000 memutuskan untuk menikah.

Joice Wullur dan Noldy Tuegeh, pasangan suami istri dari Minahasa Utara ini begitu baik bekerjasama dalam menjalankan bisnis IFA. Menurut Joice Wullur kepada majalah intrepreneur,"Kami berdua saling berbagi tugas dalam menjalankan bisnis IFA". Saya, sambung Joice, bagian tukang ordernya, sedangkan suaminya bagian tukang ambil barang di depot.

Dukungan sang suami terhadap Joice Wullur dalam menjalankan bisnisnya patut disyukuri. Meski keduanya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), bukan berarti dilarang untuk berbisnis. Joice yang sehari-hari sebagai bidan di Puskesmas Batu Kec Likupang Selatan Kab.Minahasa Utara, sementara suaminya bekerja di pelabuhan Bitung (anggota KPLP) menjalankan bisnis IFA untuk menambah penghasilan tambahan asalkan tidak mengganggu.

Tahun 2007 merupakan awal kali pertama perempuan kelahiran 27 Mei 1979 mengenal IFA. Kala itu, dirinya sedang berkunjung ke rumah kakaknya yang tinggal di Kota Tomohon. Di situlah ia secara resmi masuk sebagai member. Namun karena kurang paham, akhirnya tidak fokus. Tiga tahun tepatnya bulan September, saudaranya menawarkan lagi menjadi member. Tapi dirinya awalnya menolak, namun karena tidak bosan-bosannya saudaranya menawarkan, akhirnya Joice kembali masuk menjadi member untuk kali keduanya. Dalam pikirannya, masuk menjadi member hanya belanja.

Tiga bulan kemudian di tahun yang sama, dirinya berkunjung ke Depot Rizky Jaya, disambut oleh sang pemilik Sofyati dan Wiji Santosa. Oleh mereka diberi motivasi serta cara-cara menjual dan merekrut. Nah, dari situ dirinya perlahan-lahan mulai fokus di IFA.

Yang pertama didatangi dan coba diperkenalan IFA, tidak lain tidak bukan, kakaknya yang sebelumnya menawarkan IFA. Kepada kakaknya Joice mengatakan bahwa IFA-ku yang ini lain dengan IFA-mu yang dulu. Kalau yang dulu tidak punya masa depan tapi IFA-ku yang sekarang masa depannya sangat cemerlang. Tidak sia-sia, akhirnya kakak juga ikut bergabung.


Untuk menambah jumlah member, Joice juga memperkenalkan, merekrut dan menjual produk IFA di tempatnya bekerja, arisan-arisan serta melakukan home shering di desa-desa.

Seiring perjalanan waktu, membernya semakin bertambah. Diungkapkan oleh ibu dari Cia Tuegeh ini, sekarang jumlah membernya kurang lebih 70 orang, yang tersebar di Desa Likupang Selatan, Likupang Timur, Ternate, Tobelo dan Tomohon, Bitung.

Bersyukur Joice, hasil kerja kerasnya membuahkan hasil. Selain mendapatkan komisi setiap bulannya, pada bulan September 2011 lalu dirinya mendapatkan komisi Kredit Cicilan Sepeda Motor (KCSM).

Komisi didapat, omzet juga diperoleh. Meski tidak secara pasti omzetnya, tapi keuntungan yang didapatkan digunakan untuk belanja kebutuhan pokok keluarga serta tabungan untuk masa depan anak-nya.

Kesuksesan yang didapat, bukan tan- pa cerita. Tidak sedikit suka duka yang ditemui oleh perempuan yang mempunyai motto hidup Kesempatan yang pertama tidak harus menutup diri kita untuk bisa sukses di kesempatan kedua ini. Menurutnya, sukanya saat orderan banyak tentu saja keuntungan juga banyak. Dukanya adalah ketika orderan banyak sehingga jadi kewalahan.

Ke depan, perempuan yang dilahirkan di Laikit Minahasa Utara, Sulut ini akan terus menjalankan bisnis IFA. Dimatanya, karena di IFA terasa seperti punya toko sendiri yang bisa dibawa kemana-mana.

Sedangkan targetnya di tahun depan adalah bisa mendapatkan KPI (Komisi Perjalanan Ibadah). Rasanya tak mustahil target bisa dicapai sebab IFA akan semakin berkembang di Manado khususnya Minahasa Utara, krn IFA tidak memberikan janji tapi bukti serta produknya yang tidak kalah bersaing.

Untuk itu dirinya cuma berpesan bagi member-member yang masih 'tertidur' ayo sama-sama meraih kesempatan yang diberikan IFA, untuk dijalankan dengan jujur, sabar,saling membantu, serta kerja keras untuk bisa sukses bersama-sama. Di akhir ceritanya Joice tak lupa mengucapkan terima kasih akan jasa dan peran orang-orang yang membawanya sukses
.

Sumber : www.ifadahsyat.com


Mau jadi agent IFA ..? Silahkan klik : DISINI


TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Serasa Memiliki Toko Sendiri
Ditulis oleh tasya diah safitri safitri
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://www.ifadahsyat.biz/2011/12/serasa-memiliki-toko-sendiri.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

IFA DAHSYAT support BELI TIKET MURAH - Original design by Bamz | Copyright of IFA DAHSYAT " Seni Berbelanja di Rumah ".