Fesyen & Kecantikan : Demam Lace di Kalangan Desainer

Posted by tasya diah safitri safitri Sabtu, 29 Oktober 2011 2 komentar

Selain melanda fashion mancanegara, demam lace pun merambah jagad mode Indonesia. Terlihat dari sejumlah perancang tanah air kita yang merilis busana berbahan lace untuk koleksi terbarunya sebagaimana yang ditulis vibizlife.com.

Dalam bentuk mini dress, maxi dress, blouse, atau sebagai aksen detail busana, lace tetap mampu menimbulkan aura seksi dan sensual bagi pemakainya.

Sutanto Danuwidjojo menambah lace sebagai bolero yang melengkapi ballgown hitam mewah, menambah kesan seksi di keseluruhan busana. Sementara kesan feminin dan anggun datang dari rancangan Sebastian Gunawan, yang memadukan lace hitam, pastel dan merah.

Musa Widyatmodjo menampilkan kesan feminin dan urban lewat dress, blouse dan stoking lace yang cantik. Busana body conscious abu-abu polos Era Soekamto, terlihat lebih atraktif dengan aplikasi lace hitam di bagian bahu dan bustier.

Sedangkan Yongki Budisutisna menghadirkan lace dalam nuansa rock gothic feminin yang unik. Lace juga bisa tampil edgy, dengan potongan asimetris dan bervolume yang diciptakan Stephanus Hamy. [] Muhammad Kodim


Pada 30 Oktober 2011 01:29, IFA DAHSYAT <ifa.ksatria@gmail.com> menulis:





Berminat jadi agent IFA ..? Silahkan klik : DISINI






Baca Selengkapnya ....

Fesyen & Kecantikan : Sexy Lace

Posted by tasya diah safitri safitri 0 komentar

Sexy Lace

Si seksi kembali lagi! Busana dengan ornamen renda akan hype tahun ini, seiring dengan mulai banyak bermunculannya gaya busana victorian yang sempat populer di era 20-an. Hampir seluruh ajang fashion week dan Red Carpet menyuguhkan lace dalam berbagai cutting.

Jika dulu, aksen lace dianggap hanya pantas dikenakan wanita yang sudah berumur, kini lace tampil dalam bentuk modern, namun tetap menampilkan kesan seksi, mewah dan anggun. Seperti dua bintang legendaris Evita dan Marlene Dietrich yang kerap memakainya untuk tampil memukau.

Di atas panggung runway, lace atau yang sering diklaim sebagai brokat ini dibentuk sedemikian rupa menjadi look baru. Bahan dengan pola berlubang yang ditemukan di akhir abad ke-15 ini memang sangat identik dengan kesannya yang romantis.

Tapi untuk koleksi Spring 2011 kali ini, para desainer papan atas mengemasnya dalam tampilan yang beda. Eksplorasi material bahan yang unpredictable, pilihan warna yang tidak biasa dan mix 'n match yang unik pun dilakukan.

Romantis dengan sedikit twist, edgy dan boyish masuk dalam wacana look baru yang diciptakan dengan cerdas oleh sang perancang busana.

Mengenal Bahan Lace

Bahan renda brokat (lace) identik dengan gaya busana feminin. Bahan dasarnya semacam jaring yang bersifat elastis sehingga bila dikenakan bisa membentuk lekuk tubuh. Lace memiliki arti yang berbeda, tergantung pada masanya.

Di abad 19, bahan brokat renda ini banyak dipakai sebagai baju berduka di kalangan para janda yang dipopulerkan oleh Ratu Victoria. Sedangkan di abad ke-20, bahan lace justru tidak populer karena dianggap kurang modern dan ketinggalan zaman. Mungkin pada masa itu banyak yang mengingat bahan renda sebagai taplak meja zaman kuno atau tirai jendela.

Namun kini, di abad 21, lace justru mendapat tempat penting di dunia fashion. Jangan dikira lace hanya dipakai untuk busana, karena dengan sedikit kreativitas lace bisa membuat tampilan furniture, aksesori, perhiasan, dan benda-benda dekoratif lainnya menjadi lebih cantik dan mewah.

Variasi dan motif bahan renda kini sangat beragam. Dari yang lokal hingga yang sangat halus, seperti renda dari Paris. Menurut Muara Bagdja, pengamat fashion, jenis renda yang paling halus adalah Chantilly (dibaca: syang-ti-li). Renda ini dibuat di Chantilly, bagian utara Paris, Perancis, sejak abad 17.

Ciri khas renda ini adalah motif bunga anyaman di atas jaring berbentuk heksagonal dan halus. Kabarnya, renda ini dibuat dengan tusukan jarum yang sangat halus. Yang paling halus adalah yang dikerjakan dengan tangan. Lace memang favorit para perancang gaun pengantin.

Di tangan mereka, lace berubah menjadi gaun modern yang romantis, cantik, dan feminin. Namun, lace telah menginspirasi banyak perancang untuk menciptakan gaya romantis untuk acara sehari-hari yang populer dengan sebutan gaya victorian.
Ciri khas gaya ini, selain penggunaan lace, juga menggunakan pita, lengan gelembung, lipit, atau rok dengan gelepai ke bawah.



Berminat jadi agent IFA ..? Silahkan klik : DISINI





Baca Selengkapnya ....

Fesyen & Kecantikan : Trik Mengenakan “Lace Dress”

Posted by tasya diah safitri safitri 1 komentar

Trik Mengenakan "Lace Dress"

Tekstur lace kembali menjadi hot item pada musim ini. Seperti tekstur polos yang lain, lace pun gampang dipadupadan. Bagaimana cara menaklukan tekstur yang identik dengan kesan romantis ini?
Berikut trik padupadana dari tabloid Nova yang bisa Anda coba:


  • Tekstur lace sudah "berbicara" dengan sendirinya, karena itu jangan memilih desain busana yang berlebihan. Pilih siluet yang minimalis, Anda pun akan tampil cantik!

  • Lace tidak membutuhkan banyak aksesori. Menambah busana lace dengan aksesori kerlap-kerlip berlebihan hanya akan merusak penampilan. Pilih gelang atau kalung bermodel lembut atau simpel.

  • Padankan lace dengan sepatu dan tas yang tepat. Apabila Anda ingin tampil ladylike, cukup sambar clutch dan sepatu stiletto yang berwarna netral. Anda bisa menciptakan gaya yang lebih edgy dengan mencampur lace dengan denim, tweed, atau aksesori kulit (belt dan tas kulit).

  • Lace identik dengan kesan romantis, karena itu Anda tidak perlu menam- bahkan terlalu banyak detail romantis lainnya seperti sepatu berpita atau tas berenda. Anda akan terlihat seperti pemeran telenovela Little Missy.

  • Beberapa lace muncul dengan tampilan transparan, karena itu pastikan Anda mengenakan dalaman yang sesuai agar tidak terlihat terlalu vulgar.

  • Warna dalaman bisa senada ataupun kontras. Anda bisa menunjukkan sedikit bayangan kulit, namun jangan berlebihan. Sepotong lace top transparan bisa Anda padukan dengan rok pensil dan high heels, atau denim dan ankle boots, tergantung kesan yang ingin Anda tampilkan!

  • Anda bisa mencoba lace legging, namun pastikan busana Anda tidak terlalu meriah. Paduan little black dress dengan lace legging adalah ide yang bagus. Untuk kesan santai, Anda juga bisa memadukan legging ini dengan atasan longgar yang terbuat dari kaus, atau sweater longgar berkualitas baik. []
    Sumber : Muhammad Kodim (www.ifadahsyat.com )


Berminat jadi agent IFA ..? Silahkan klik : DISINI





Baca Selengkapnya ....

Apa kata Artis/Model tentang IFA ..??

Posted by tasya diah safitri safitri Rabu, 26 Oktober 2011 0 komentar

"Banyak Koleksi Cantik dari IFA"

Ana Paula Becker (Brazil)




Aku suka banget sama produk-produk IFA, terutama sepatunya. Sebetulnya sih aku memang pencinta sepatu, dan IFA banyak menyediakan sepatu hak tinggi yang bagus dan terlihat seksi yang nyaman dikenakan. Aku melihat banyak koleksi cantik untuk wanita muda dan remaja yang feminin dan ingin selalu tampil manis. Tapi aku pikir IFA bisa menyediakan lebih banyak koleksi untuk perempuan Indonesia yang berusia 20-an yang ingin tampil maksimal dengan memadupadankan sepatu hak tinggi yang keren, skinny jeans, dan atasan yang nge-rock sehingga mereka bisa terlihat santai tapi tetap seksi ala rock star. []









"Killer Soes IFA Bikin Kakiku Kian Seksi"

Olesya Turkovskaya (Siberia, Rusia),Model

Saya baru kali ini bekejasama dengan IFA untuk pemotretan katalog. Tapi dari awal saya liahat pakaian, sepatu dan aksesoris yang dimiliki IFA sangat cantik.

Dari sekian banyak produk IFA, saya paling suka dengan killer shoes warna biru dengan bahan suede ini. Saya benar-benar suka banget sama sepatu ini dan saya harap saya bisa segera memilikinya kerena sepatu ini bukan hanya nyaman digunakan, tapi juga membuat kaki saya semakin terlihat seksi.

Untuk IFA, semoga semakin berkembang dan maju serta memperkaya produk-produknya. []





"Nyaman dan Enak Dilihat"

Lilo Akbar,.

Kalau pakai produk IFA, jujur saya belum pernah. Tapi ada beberapa
teman saya yang pakai produk IFA dan ada kerabat saya yang juga sempat menawarkan produk-produk IFA. Jadi kalau ditanya sudah pernah tahu tentang IFA atau belum, ya pasti saya sudah tahu.

Ternyata setelah ikut pemotretan hari ini, produk-produk IFA sangat bagus dan fashionable. Produknya nyaman dipakai dan enak dilihat jadi ya… worth it lah untuk dipasarkan.

Saya suka banget sama T-shirt, jaket, dan celana pendek dari IFA. Tapi kemeja dan jasnya juga oke, cocok untuk pergi ke kantor atau ke acara formal. Untuk IFA, meskipun koleksi untuk cowok udah cukup variatif, tapi usahakan untuk menambah lagi variasi koleksinya untuk cowok supaya balance antara produk cowok dan ceweknya. []



Tertarik jadi agent IFA ..? Silahkan klik : DISINI





Baca Selengkapnya ....

Fesyen & Kecantikan

Posted by tasya diah safitri safitri Kamis, 20 Oktober 2011 0 komentar

Semarak Warna-Warna Cerah

Warna pastel yang sempat jadi primadona di tahun 2010 akan berganti lebih cerah. Pada 2011, semarak warna neon seperti bright pink, oranye dan hijau akan mendominasi tren fashion.

Mencermati riuh-rendah dunia fashion belakangan ini, bold colors tampaknya telah menjadi fashion statement sejumlah desainer untuk tren busana 2011, baik dalam maupun luar negeri. Semarak warna-warna terang itu terlihat di panggung-panggung runway, mulai dari New York Fashion Week, London Fashion Week, Paris Fashion Week, Milan Fashion Week, hingga pagelaran trend show.

Anda bisa mengadaptasi tren ini untuk 'menyegarkan' penampilan. Tapi seimbangkan penampilan agar tak terlalu berlebihan dengan aksesoris warna netral, misalnya sepatu peep-toe hitam atau tas warna krem.

Tren warna terang tidak harus dipakai sebagai busana, bisa juga dengan padupadan aksesoris. Jika belum terlalu berani berpakaian selain warna netral, bisa kenakan tas atau sepatu dengan bold colors. Atau cukup kenakan aksesoris, misalnya kalung batu warna turquoise, atau anting warna ruby yang bisa 'menyemarakkan' gaun hitam atau putih.

Koleksi Warna-Warni Trend Show IPMI

Sebanyak delapan desainer yang tergabung dalam Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) Oktober lalu menggelar trend show. Sebuah ajang tahunan untuk memamerkan koleksi busana yang dibuat sebagai perkiraan mereka akan tren 2011.

Tema trend show kali ini adalah Metamorphic, sebagai penanda perubahan orientasi dunia mode Indonesia. Tema ini kemudian melahirkan 3 sub tema pembentuk, yakni Asialicious, Retrofuture, dan Neorealis untuk menggambarkan eksotisme Asia yang kaya warna, harmonisasi masa kini dan masa depan, serta hilangnya batas imaji dan realita.

Peragaan busana dibuka dengan koleksi dari Tri Handoko yang mengusung tema "Tri Handoko Resort 2011". Ia mencoba menampilkan koleksi yang sangat feminin, seksi, dan kuat. Koleksinya banyak menggunakan busana pas tubuh, ditambahkan ornamen see-through dari bahan tulle dan lace, beberapa warna kuat dan terang, seperti oranye, biru, kuning, hijau, dan putih.

Masih konsisten dengan gayanya, Sutanto Danuwidjaja menunjukkan koleksi yang bertajuk "Passion of Flowers", tetap dengan koleksi dress mini dan pas tubuh. Kembali terlihat warna-warni cerah, seperti kuning, ungu, jingga, dan lime green dalam koleksi busana Sutanto.

Tuty Cholid, dalam tema "Portraits of Exotica" menggunakan siluet busana tradisional dari koleksi negara-negara tetangga, seperti Jepang, India, Thailand, dan China. Namun ia padukan dengan motif batik Solo, serta warna dari motif tenun ikat Bali dan Makassar. Prediksi Tuty, tahun depan akan lebih condong ke permainan warna hitam, pink, hijau, magenta, kuning kecokelatan, dan cokelat.

Adesagi yang bersama Barli Asmara resmi menjadi anggota IPMI malam itu mengusung tema "Despololita". Ia menyatakan bahwa dirinya ingin memberi kesempatan untuk para perempuan yang tak takut mengekspresikan gayanya dengan warna. Koleksinya pun kaya akan permainan warna-warna neon.

"Royal Drama" adalah koleksi usungan Era Soekamto, yang membawa kembali rancangan dan kebudayaan dari kerajaan Majapahit. Ia membawa kembali bahan-bahan yang sering digunakan pada zaman tersebut, seperti beludru, sutera, lace, juga batik Hokokai. Warna hitam dan emas menjadi warna utama koleksi Era.

Benang merah beberapa koleksi yang terlihat di panggung pada malam itu adalah banyaknya permainan warna-warna terang dan kuat.

Tata Rias 2011: Segar Penuh Warna

Awan mendung boleh saja menggantung, namun bukan berarti penampilan harus ikut murung. Panggung mode internasional membawa segudang warna ceria yang tidak hanya terpantul dari busana, tapi juga tata rias.

Dari catwalk Michael Kors di New York Fashion Week hingga Gucci di Milan Fashion Week, tata rias yang ditawarkan para desainer papan atas untuk musim semi dan musim panas 2011 adalah citra segar, natural, namun penuh warna.

Tampilan segar yang paling mudah diaplikasikan diperlihatkan di catwalk Nicole Farhi. Model-modelnya terlihat cantik hanya dengan kuncir buntut kuda sederhana, wajah bersih dari poni, dan sedikit sapuan blush on pink di tulang pipi atas. Untuk mata, Farhi tidak repot-repot menggunakan eye shadow warna pelangi layaknya runway show pada era tahun 1980-an, hanya ulasan warna pastel di atas eye liner kecokelatan.

"Baby pink adalah warna blush on yang bagus bagi mereka yang berkulit putih dan pucat, sementara untuk yang memiliki kulit gelap, bereksperimenlah dengan warna oranye dan cokelat," sebut McGarth, seperti yang dikutip okezone.com.

Untuk bibir, hanya ada satu warna di seluruh catwalk, pink. Nuansa warna lembut itu hadir di hampir setiap catwalk dalam berbagai nuansa, nyaris transparan di catwalk Jill Sanders, selayaknya kelopak mawar dengan sedikit kilau di runway Marc by Marc Jacobs, coral pink di Missoni, baby pink dari Max Mara, Diane von Furstenberg menawarkan nude pink, dan pink terang dari Gucci.

Jika pink bukan pilihan Anda, terdapat beberapa pengecualian yang juga menjadi highlight beauty color untuk musim semi, yakni oranye dan plum. "Bukan merah, melainkan oranye," ujar McGarth saat mengaplikasikan lipstik berwarna oranye cerah dari Marks & Spencer Essential Colours.

Selain oranye, warna lain yang juga "meneriakkan" gaya fashion forward adalah plum, seperti yang ditawarkan Dolce & Gabbana dan Maybelline.

Mata juga mendapat perhatian penting untuk musim semi 2011. Adapun untuk mendapatkan nuansa ceria khas musim panas, warna eye shadow yang bisa dijadikan eksperimen adalah kuning terang. "Padukan kuning, sedikit oranye dan abu-abu untuk mendapatkan riasan smokey eyes yang lebih ekspresif," papar Benjamin Rousseau. [] M. Kodim/berbagai sumber



Berminat jadi agent IFA ..? Silahkan klik : DISINI




Baca Selengkapnya ....

Apa kata Artis/Model tentang IFA ..??

Posted by tasya diah safitri safitri Kamis, 13 Oktober 2011 0 komentar

"Lebih Glamor & Fashionable"

Yudhi Doeve,.

Ini adalah yang kedua kalinya saya kerjasama bareng IFA dan rasanya senang banget. Saya lihat ada beberapa perbedaan
yang nampak di IFA dibandingkan waktu pertama kali ke sini. Koleksinya sekarang lebih bagus, lebih glamor, dan fashionable.

Dari semua produk IFA yang paling saya suka adalah kemejanya, karena nyaman dan potongannya pas. Untuk IFA, terus belajar dan melihat perkembangan mode dengan lebih jeli supaya koleksinya makin bagus dan membawa IFA lebih maju dan berkembang lagi.







"Baju-baju IFA Modis dan Unik"

Sarah Azka Saffanah,.

Aku suka banget baju-baju dari IFA karena enggak kalah modis dengan baju-baju yang aku lihat di mal. Dan memang ada beberapa koleksi IFA yang belum ada di kebanyakan pusat perbelanjaan di Bandung. Selain kelihatan modis, baju-baju dari IFA juga punya potongan dan detail yang unik dan remaja banget deh pokoknya.
Untuk IFA, semoga koleksinya bisa makin banyak dan beragam supaya makin banyak peminatnya.





"Produk IFA Puspita Cocok untuk Kulit Indonesia"

Isabella Imanuella,.

Kalau menurut saya, produk IFA sudah bagus. Saya suka produk
perawatan kulit dan kosmetiknya. Kosmetik dari IFA Puspita ringan
dan cocok digunakan untuk sehari-hari. Saya rasa IFA Puspita juga enggak ada efek sampingnya, padahal kan banyak produk kosmetik
yang kalau enggak cocok di kulit kita wajah kita bisa jadi kasar, rusak, dan beberapa produk juga ada yang menyebabkan rasa lengket. Tapi IFA Puspita enggak gitu. Buat saya sih wajib pakai IFA karena bagus dan cocok untuk kulit Indonesia.

Saran untuk IFA, produknya lebih dikembangkan lagi, variasinya dan koleksi warna untuk IFA Puspita juga ditambah supaya makin beragam.



"Mutu Bagus, Harga Terjangkau"

Astari Aslam,.

Aku sudah pernah ikutan fashion show yang diselenggarakan oleh IFA dan begitu aku lihat produk-produknya, aku langsung beli beberapa macam. Jadi sekarang di rumah sudah punya sekitar 4-5 pasang sepatu dan aku juga punya beberapa mini dress IFA.
Aku suka banget sama produk IFA karena selain mutunya bagus dan harganya terjangkau, modelnya juga bagus-bagus dan up to date. Aku sih pengennya koleksi baju pesta dari IFA ditambah lagi dan detail glamornya diperbanyak supaya geregetnya makin bertambah.


Mau jadi agent IFA ..? Silahkan klik : DISINI


Baca Selengkapnya ....

Kisah Sukses : Melayani dengan Sepenuh Hati

Posted by tasya diah safitri safitri 0 komentar
Diperlukan keberanian untuk mencapai kesuksesan. Kesuksesan tak lahir dari instruksi orang lain. Inisiatif merupakan kualitas langka yang sangat didambakan semua orang. Milikilah inisiatif maka Anda akan sukses


Kesuksesan tidak turun dari langit secara tiba- tiba. Tidak juga dipilih Tuhan secara acak. Kesuksesan lahir karena kerja keras dan pantang menyerah. Dibalik kerja keras dan sikap pantang menyerah itu terselip kekuatan yang menjadi modal utamanya, "keberanian".

Keberanian untuk keluar dari zona nyaman, keberanian untuk memulai usaha baru, keberanian untuk gagal dan keberanian untuk jatuh dan jatuh lagi. Tanpa keberanian itu, maka semua itu hanya menjadi angan yang tak pernah terwujud.

Novha Kombong Noble lahir dari keluarga berkecupan, tidak kaya memang tapi kebutuhan hidupnya cukup terpenuhi. Orangtuanya memiliki kendaraan pribadi yang bisa disewakan kepada orang lain, bukan hanya itu dia juga memiliki usaha foto kopi dan kios, dari sanalah keluarganya    menggantungkan hidupnya. Selain usaha tetap itu, Ayahnya juga sesekali ikut proyek pembangunan jalan dan jembatan, penghasilan itu sangat membantu perekonomian keluarganya.

Sebagai anak tunggal pada umumnya, perempuan yang akrab disapa Novha ini mendapatkan kasih sayang yang melimpah dari kedua orang tuanya. Sebagai anak semata wayang tentu semua perhatian hanya tertuju padanya tanpa pernah terbagi dengan yang lain. Kasih sayang yang melimpah itu tak membuat orang tuanya memanjakan Novha secara berlebihan, Ayahnya tak ingin Novha tumbuh menjadi anak manja yang tak bisa bertanggung jawab pada hidupnya.

Oktober 2007, Novha menikah den- gan Ivan Nurtanio Nurung. Suaminya memiliki usaha di bidang otomotif dan memiliki sebuah bengkel. Karena ingin meringankan beban suaminya, Novha yang sejak kecil tak pernah berdagang pun memberanikan diri untuk bergelut di MLM.

Mengenal IFA

Melihat banyaknya pesanan barang IFA di tetangganya, Novha tertarik untuk melihat barang-barang itu secara lagsung. Melihat kulitas barangnya yang bagus, dan beragamnya produk yang terpampang dalam katalog membuat perempuan kelahiran Palopo, 16 November 1990 ini kepincut dan ingin bergabung.

Dari tetangganya itu, Novha diberikan nomor kontak Mira Z (pimpinan depot Mira Z). Komunikasi pun terjalin di antara keduanya. Dari Mira, Novha mendapat banyak penjelasan mengenai IFA dan segala keuntungannya. Hanya butuh waktu satu minggu bagi Novha untuk meyakinkan hatinya bergabung dengan IFA. November 2007, dia resmi menjadi member IFA.

Setelah resmi bergabung dengan IFA, Novha langsung menghubungi orang- orang terdekatnya. "Saya memperkenalkan dan menawarkan IFA mulanya dari keluarga dekat, setelah itu ke orang lain. Senangnya pas pulang ke rumah, saya kasih katalognya ke mama, mungkin ada sekitar 10 menit melihat-lihat katalognya, mama langsung pesan barang. Besoknya saya ke rumah tante membawa katalog, senangnya lagi dapat pesanan. jadi pertama gabung di IFA sudah bisa mengorder sekitar Rp. 500 ribu rupiah."

Seiring berjalannya waktu, perkem- bangan bisnis IFA yang digeluti Novha kian membaik. Omzetnya pun terus meningkat setiap bulannya, otomatis bonus yang didapatnya juga lebih banyak. Berbeda dengan beberapa MLM yang pernah diikutinya, bonus yang didapatnya jauh lebih kecil dari bonus yang didapatnya dari IFA. Padahal dia sudah mengikuti MLM-MLM tersebut jauh sebelum mengikuti IFA.

Kecewa kerena jerih payahnya tak sepadan dengan hasil yang diperolehnya, Ibu dari Vinchantius Nevand Nurung ini pun mengundurkan diri dari semua MLM yang ditekuninya dan hanya fokus di IFA. Bahkan banyak downlinenya yang memutuskan untuk bergabung dengan IFA. Banyak kehawatiran dari downlinenya akan orderan barang akan lama datangnya, tapi setelah Novha berhasil meyakinkan bahwa IFA cepat dalam hal pengiriman barang makin banyak saja downline yang ikut bergabung.

Berkat ketekunanya menjalankan IFA, serta fokus dan tak berpaling ke MLM lain, kini Novha telah mencapai peringkat IFA Silver Agen. Jaringannya mencapai 150 orang. Omzet perbulannya di atas 30 juta, bahkan pernah mencapai 50 juta. Dari omzet tersebut Novha bisa mengantongi uang tiga juta rupiah yang ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membayar asuransi anakanya.

Novha juga merupakan salah satu leader yang berhasil melewati challange gebyar nasional 2010 dan 2011. Isteri dari Ivan Nurtanio Nurung ini juga terlah berhasil menyabet komisi cicilan sepeda motor (Mei 2011) dan membawa pulang scoopy pada gebyar nasional 2011 setelah berhasil melewati challenge scoopy dari cookware.

Semua keberhasilan yang dicapai Novha tak lepas dari falsafah hidup yang dipegang teguh selama ini. Menurutnya, memberi itu biasa tetapi memberi dengan penuh pengorbanan, itu hal luar biasa. Artinya kita melayani pelanggan jangan setengah hati tapi melayanilah dengan tulus hati


  Mau jadi agent IFA ..? Silahkan klik : DISINI





Baca Selengkapnya ....

Apa kata Artis/Model tentang IFA ..??

Posted by tasya diah safitri safitri Senin, 10 Oktober 2011 0 komentar

"IFA Sekarang Lebih Well Concepted"

Atalarik Syach,Artis&Model

Ini untuk ketiga kalinya saya kerjasama dengan IFA. Yang saya pantau dari segi kualitas produk, IFA tentu makin bagus, makin berkualitas, lebih rapi dan well concepted, serta
mengikuti tren juga.

Dari enam tahun yang lalu saya terakhir pemotretan bareng IFA, saya lihat perubahannya signi kan sekali yang mengarah ke arah yang positif. Saya saja sampai surprise sekali masalah cutting pakaian yang saya kenakan hari ini. Banyak yang body fit dan jahitannya pas, dibandingkan dulu. Saya tadi juga kaget banget melihat gedung IFA sekarang sudah segede ini.
Intinya, saya bangga banget bisa lihat perkembangan IFA yang sudah sukses banget kayak sekarang.






"Aku Suka Banget Kaus IFA"

Citra Kirana,.....

Aku sebenernya baru tahu IFA saat pemotretan hari ini dan ternyata bajunya lucu-lucu. Aku suka banget kaus yang potongan lehernya sabrina warna putih. Baju itu lucu banget, dan nyaman banget dipakainya karena bahannya adem. Tapi sepatu dan tasnya juga bagus-bagus kok.
Buat IFA, semoga makin sukses, barang-barangnya makin bagus jadi makin disukai masyarakat.











"Model Sepatu IFA Lucu-lucu"

Vanda Rainy,.....

Produk IFA ternyata bagus-bagus dan saya sempat ingin beli beberapa koleksinya. Dari sekian banyak koleksi IFA, aku paling suka sepatunya. Modelnya lucu-lucu, terutama wedges-nya. Bagus banget dan mengikuti tren sekarang. Pakaiannya juga aku suka, modelnya unik, cutting-nya pas dan nyaman di tubuh.
Saran buat IFA, detail pakaian dan model cutting-nya
lebih diperbanyak macamnya supaya tambah unik dan
variatif. Sukses terus IFA!






Berminat jadi agent IFA ..? Silahkan klik : DISINI



Baca Selengkapnya ....

Kisah Sukses : Ketika Seorang Dosen Menjalankan Bisnis IFA

Posted by tasya diah safitri safitri 0 komentar


Menjadi seorang dosen memang pekerjaan yang mulia. Profesi yang satu ini, seti­ daknya sampai sekarang, masih mendapatkan tempat yang istimewa di hadapan masyarakat kita. Tapi bagaimana dengan kesejahteraan ekonominya?

Hasbi Mannong punya jawabannya. Ternyata, kesejahteraan seorang dosen tak sebanding dengan statusnya yang tinggi itu.

Hasbi, begitu ia biasa disapa, adalah seorang PNS di Universitas Tadulako Palu (Universitas Negeri di Sulawesi Tengah). Penghasilannya sebagai seorang dosen hanya cukup untuk menafkahi istri dan anak-anaknya setiap bulan, bahkan terkadang kurang.

Gali lubang tutup lubang pun dilakukan, hanya sekedar untuk bertahan hidup. Tak ayal, selama menjadi dosen, tabungannya pun kosong melompong. Padahal dia dan istrinya, Azmilawati, S.Pt., ingin sekali bisa menabung untuk mesa depan anak-anak mereka.

Melihat kenyataan demikian, Hasbi pun memeras otak untuk mencari penghasilan tambahan. Apalagi kini mereka sudah dikaruniai dua putri dan seorang putra, tentu bebannya bertambah berat.

Hingga kemudian dia bertemu dengan IFA. Dari situ cerita tentang nasib ekonominya mulai berubah. "Alhamdulillah, satu setengah tahun menjalankan IFA sudah bisa merubah kualitas hidup kami menjadi jauh lebih sejahtera," ungkapnya syukur.

Mulai Mengenal IFA
Dari istrinya lah Hasbi mengenal IFA di tahun 2003. Tapi ia tak langsung bergabung jadi member. Posisinya waktu itu hanya sebatas mengantarkan istrinya saja ketika order ataupun ambil barang di Depot Silfia Siaman, Palu. Namun hal ini tidak berlangsung lama, dua tahun kemudian istrinya vakum menjalan kan IFA karena mencoba fokus di MLM lain.

Tahun 2007, istrinya kembali menjalankan IFA tapi di bawah depot lain, bukan Depot Silfia Siaman. Namun setahun kemudian berhenti lagi karena banyak masalah mendasar yang terjadi antara istrinya dengan pimpinan depot tersebut, terutama masalah barang, pelaporan belanja member, bonus member, dan hadiah-hadiah yang seharusnya ia dapatkan tapi kenyataanya tidak.

Awal 2010, tepatnya di bulan Februari, Hasbi bergabung dengan IFA melalui Depot Silfia Siaman. "Saya bertemu Pak Eddy (Suami Silfia Siaman) dan mencoba berdiskusi tentang masalah yang pernah terjadi dengan isteri saya di IFA. Beliau memberi penjelasan bagamana IFA yang sebenarnya. Maka terbukalah hati kami untuk serius menjalankan IFA," tuturnya menceritakan.

Namun diakuinya, waktu awal-awal menjalankan IFA sungguh sangat berat. Bukan karena mereka tak memiliki pengalaman dan strategi melainkan karena harus membangun kembali image yang baik tentang IFA kepada member-member mereka yang sudah vakum.

Demi itu, Hasbi dan istri aktif melakukan presentasi di hadapan member- member mereka di Palu. Sementara untuk member di luar kota, mereka selalu meluangkan waktu untuk berkunjung setiap Sabtu dan Minggu dan membuat pertemuan di daerah-daerah.

Sejak itu pula, Hasbi dan istri melepas MLM yang sebelumnya mereka pegang. Padahal di MLM tersebut posisi mereka boleh dibilang sudah bagus dan omzetnya tiap bulan pun lumayan. Kenapa?

"Di MLM tersebut kami merasa tidak dihargai secara finansial karena apa yang kami lakukan tiap bulan tidak sepadan dengan bonus yang kami dapat per bulannya. Banyak komplen dari member karena bonus tidak transparan ditambah lagi kondisi barang yang banyak kosong," ungkapnya.

Lalu mereka memilih fokus di IFA dengan alasan: (1) Karena IFA merupa- kan MLM Indonesia yang memiliki be- ragam produk dengan kualitas tinggi, (2) produk-produk IFA selalu trendi karena katalognya terbit setiap bulan, (3) memi- liki marketing plan yang sangat bagus, serta didukung orang-orang hebat di jajaran manajemen.

"Kami yakin, kelebihan-kelebihan tersebut akan sangat membantu kami dalam meraih kesuksesan melalui bisnis IFA ini. Apalagi setelah mengikuti IBTN Oktober 2010 dan Gebyar Nasional IFA 2010 lalu, ketika melihat orang-orang yang telah sukses dan mendapat berbagai penghargaan, semakin meyakinkan saya untuk mengembangkan IFA," ungkap lelaki yang kini karir bisnisnya sudah berada di level IFA Silver Agent (ISA) ini.

Berkat kefokusannya itu, mereka kini sudah memiliki jaringan sebanyak 400 orang yang tersebar di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Mereka juga aktif membentuk sub-sub leader di berbagai daerah, antara lain di Palu, Toli-Toli, Pasangkayu Mamuju Utara, Bungku Kab. Morowali, Parigi, Kasimbar, Kotaraya, Poso, Tentena, Ampana, Bunta dan Luwuk.

Maka jangan heran jika capaian omzetnya begitu meyakinkan: rata-rata 70-80 juta setiap bulan. Sebuah perolehan omzet yang layak diacungi jempol untuk ukuran leader. Komisi motor (KCSM) pun sudah ia dapatkan pada tahun 2010, dan tentu yang tak pernah alpa adalah bonus tiap bulan.

Mereka juga selalu merajut tenun kekeluargaan dengan member dan leader, membuat pertemuan dan home sharing setiap minggu, "Dan yang terpenting adalah terus menduplikasikan apa yang telah kami raih ke semua member agar mereka juga bisa menikmati seperti apa yang telah kami dapatkan."

Dari IFA inilah harkat ekonomi keluarganya bisa terangkat. Dan yang lebih menyenangkan lagi adalah, menjalankan bisnis ini tak harus mengorbankan aktivitas mulianya sebagai seorang dosen.


Berminat jadi agent IFA ..? Silahkan klik : DISINI




Baca Selengkapnya ....

Kisah Sukses : Deru Kesuksesan Seorang Guru Honorer

Posted by tasya diah safitri safitri Minggu, 09 Oktober 2011 0 komentar


"Ada hal yang tidak bisa saya lupakan sampai saat ini yaitu perkataan dari salah satu kerabat saya, bahwa saya ini berlagak seperti orang kaya tapi tidak mampu. Kata­kata itulah yang selalu saya jadikan cambuk untuk meraih kesuksesan ber­ sama IFA."


Anita Azimatinur merupakan anak terakhir dari sembilan bersaudara. Terlahir sebagai anak bungsu membuat perempuan yang akrab disapa Anita ini paling dimanja di antara delapan saudara lainnya. Namun bukan berarti semua yang dia minta bisa terpenuhi, maklum orangtua Anita hanyalah seorang petani yang hanya mengandalakan penghasilannya dari kebun yang digarap seorang diri.

Hidup dalam kungkungan ekonomi pas-pasan, membuat orangtua Anita harus berjuang keras demi menghidupi sembilan anaknya. Tak jarang Anita melihat ibunya menitikkan air mata saat tak bisa memenuhi keinginan anak-anaknya. "Saya sering sekali melihat ibu saya menangis di saat anak-anaknya meminta sesuatu yang tak mungkin bisa ia berikan, karena kondisi keuangan yang serba kekurangan," kenangnya sedih.

Keluarga Anita seringkali dianggap remeh dan dianggap rendah oleh keluarga besarnya. Maklum, di antara keluarga besarnya, hanya keluarganya yang hidup dalam kekurangan, sedangkan saudara- saudara lainnya hidup dalam kecukupan. Peristiwa lima belas tahun silam itu masih meninggalkan perih di hati Anita hingga sekarang. Meski begitu, Anita bangga kepada orangtuanya yang begitu sabar dan tak pernah meminta belas kasihan terhadap orang lain. Sikap ini pula yang mengajarkannya untuk maju dan pantang menyerah.

Memasuki kelas tiga SMA, perempuan kelahiran Palu, 08 Desember 1986 ini harus merasakan pedihnya kehilangan orang yang paling dicintainya. Ayahanda tercinta pergi meninggalkan dia untuk selamanya. Kejadian itu membuat Anita dan saudaranya terpukul, terlebih sang ibu terus-terusan menangis meratapi kepergian suami tercintanya.

Tanggungjawab sebagai tulang punggung keluarga diemban Nurindah, kakak Anita, yang saat itu berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil. Nurindah pula yang membiayai Anita kuliah di fakultas kegu- ruan dan ilmu pendidikan, Universitas Tadulako Palu. Didikan sang kakak me- mang sangat keras terhadap adik-adiknya. Namun semua itu dilakukan agar adik-adiknya bisa berhasil di kemudian hari.

Semester dua, Anita dipinang Fachrudin untuk menjadi isterinya. Kedekatan yang sudah terjalin sejak lama ini berakhir di pelaminan. Tepatnya 22 Februari 2006, mereka resmi menjadi sepasang suami-isteri. Fachrudin sendiri seorang sarjana agama yang berkecimpung di kegiatan sosial dan keagamaan.

Kehidupan Setelah Menikah
Sebagai seorang calon pendidik, Anita diwajibkan untuk melakukan praktik mengajar di sekolah-sekolah. Hal itu bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliahnya, juga untuk mengaplikasikan semua teori yang didapatnya di dalam kelas. Saat mengajar di taman kanak- kanak itulah, Anita berjumpa dengan Eko Sunaryo, ibu dari salah satu muridnya. Eko Sunaryo inilah orang pertama yang memperkenalkan IFA kepada Anita.

Mei 2007, Anita resmi bergabung dengan IFA. Saat itu tidak ada niatan untuk menjadikan IFA sebagai lahan bisnis, dia hanya tertarik dengan diskon langsung yang ditawarkan IFA. Anita sendiri waktu itu sedang serius-seriusnya menekuni MLM yang sejenis dengan IFA sehingga tak ada niatan untuk menyelami bisnis IFA lebih dalam.

Selepas lulus kuliah, Juli 2008, Ibu dari Fauzan Hidayat dan Atika Aini ini diterima sebagai guru honorer di sekolah yang jaraknya tak jauh dari rumah kontrakannya. Anita berpikir, jika dia tekun dalam waktu tiga tahun dia bisa diangkat menjadi PNS. Namun sayang, kenyataan itu tak sejalan dengan harapannya. Setelah tiga tahun mengabdi, Anita tak juga diangkat menjadi PNS, penghasilannya sebagai guru honorer pun dirasakan sangat kurang, terlebih dia telah memiliki buah hati saat itu.

Fachrudin lalu menyarankan Anita untuk serius menekuni IFA. Fachrudin melihat penghasilan IFA sangat menjanjikan dan jenjang karirnya juga bagus. Mendapat masukan dari sang suami, Anita pun mencoba untuk fokus di IFA. Sejak itu dia rajin menjual produk IFA dan merekrut member.

"Pada tahun 2008, saya mencoba mulai fokus pada binis IFA. Saya langsung mengembangkan jaringan saya, antara lain melakukan home sharing dari rumah ke rumah dan menjadikan saudara saya sebagai member IFA. Ternyata di luar dugaan saya, saudara saya juga banyak mengajak teman-temannya di kampung untuk jadi member IFA, dan yang tertarik pun banyak. Karena itu rata-rata omzet-nya mencapai 20 juta per bulan," ceritanya.

Berkat kegigihannya, karir bisnis Anita kini berada di level IFA Silver Agent (ISA). Jaringannya berkembang hingga 100 orang. Omzetnya pun mencapai 60 juta rupaih per bulan.

Dengan keberhasilan awal ini, Anita kian terlecut untuk mengembangkan IFA. Ke depan, Anita bahkan berobsesi ingin menjadikan IFA sebagai MLM terdahsyat di Palu. Semua itu dia lakukan untuk membuktikan kepada kerabat dan semua orang bahwa dia bisa sukses dengan kerja kerasnya




Berminat jadi agent IFA ..? Silahkan klik : DISINI



Baca Selengkapnya ....

Apa kata Artis/Model tentang IFA ..??

Posted by tasya diah safitri safitri Kamis, 06 Oktober 2011 0 komentar

"IFA Sudah Semakin Maju"

Marini Zumarnis,Artis&Model

Ini sudah yang kesekian kalinya saya difoto untuk katalog IFA. Jadi saya memang memperhatikan perkembangan IFA. Saya lihat IFA sudah sangat maju. Dari segi produk, saya senang IFA sudah banyak mengembangkan produk-produknya untuk semua usia. Kalau dulu saya lihat IFA fokus ke ibu-ibu, tapi sekarang sudah merambah ke pakaian untuk pria dan juga anak-anak remaja.
Koleksi busana semi-formalnya untuk pria ataupun dress untuk wanita mudanya juga sudah jauh lebih banyak. Potongannya semakin pas di tubuh, bahannya juga nyaman digunakan. Apalagi kita kan tinggal di negara tropis yang kadang-kadang bisa panas dan lembab, jadi butuh pakaian yang menyerap keringat dan juga tetap terlihat modis.
Saya lihat IFA sudah berkembang sampai di situ.
Apalagi sekarang punya gedung kantor sendiri yang sebesar ini. Ditambah lagi dengan fasilitas studio foto profesional yang mutakhir dan studionya juga nyaman. Ya, dari semua ini kan berarti terlihat bahwa IFA memang semakin maju dan sukses. Dan saya bangga bisa melihat dan ikut berproses bersama IFA karena dengan begitu saya juga ikut mendorong terciptanya iklim cinta produk Indonesia



Bangga Pakai Produk IFA

Dwi Andika,Pemain Sinetron

Meski baru sekitar tiga tahun mengenal IFA, saya sangat beruntung dipercaya oleh IFA untuk menjadi salah satu model produk IFA. Saat ditawari itulah, saya mulai mencari informasi tentang IFA dengan bertanya ke keluarga dan teman. Setelah saya menjadi model produk, saya pun mempromosikan produk IFA, eh, ternyata teman-teman sudah banyak yang tahu. Memang sempat malu, karena saya merasa ketinggalan dibanding teman-teman yang sudah mengenal IFA jauh hari sebelum saya.
Saya juga pernah membeli produk IFA berupa tas. Padahal inginnya sih diberi, tapi ya tidak apalah. Dan saya merasa senang dengan produk IFA, baik tas yang pernah saya beli itu atau produk-produk yang lainnya. Saya juga bangga, karena dengan mengenakan produk IFA, berarti kita turut mendukung gerakan Cinta Produk Indonesia. Saran saya untuk IFA: dari produk yang sudah baik, dipertahankan terus. Dengan begitu, publik luas tahu bahwa produk Indonesia punya kualitas

Fesyen IFA itu Tipikal Aku Banget

Enno Lerian,Artis

Fesyen IFA itu tipikal aku banget karena simpel, maksudnya enggak terlalu banyak detail dan ornament. Mulai dari baju, sepatu, tas, semua mengikuti tren banget, dan buat anak muda kena banget. Pokoknya nyaman banget, makanya aku suka karena potongannya simpel. Yang paling aku suka itu kemeja besar sama drees cokelat yang barusan aku pakai tadi. Saran buat IFA, teruslah berkembang mengikuti pasar Indonesia, mudah-mudahan memberikan kualitas yang membanggakan untuk produk dalam negeri.



Berminat jadi agent IFA ..? Silahkan klik : DISINI



Baca Selengkapnya ....

Pejuang Ekonomi Sesungguhnya

Posted by tasya diah safitri safitri Rabu, 05 Oktober 2011 0 komentar

Jaya Suprana, Pengusaha dan Pendiri MURI

 

"Saya memberi hormat yang tinggi kepada segenap member IFA, karena Anda adalah para pejuang ekonomi yang sesungguhnya."

Baca Selengkapnya ....

IFA Mengangkat Harkat Martabat Ribuan Orang

Posted by tasya diah safitri safitri 0 komentar

 


 

 

 

 

 

 
Kusmayanto Kadiman, PhD.,Menteri Negara Riset dan Teknolog Kabinet Indonesia Bersatu pada 2004-2009

   

“Saya menaruh hormat kepada pebisnis yang memiliki nyali. Apalagi berani melawan kemapanan mereka yang sudah besar dan mendominasi pasar. Saya tidak tahu apakah orang yang seperti itu berani, nekat, atau gila—karena ketiganya berbeda tipis. Kalau saya, meski punya wawasan, tidak punya nyali untuk melawan mereka, makanya saya begini-begini saja. Saya bangga terhadap orang seperti Pak Tomo yang mampu mengangkat harkat dan martabat ribuan orang yang kesulitan memeroleh pekerjaan. Saran saya untuk IFA, lakukan inovasi dan memenangkan persaingan dengan meraih hati mitra bisnis.”

Berminat jadi agent IFA ..? Silahkan klik : DAFTAR



Baca Selengkapnya ....

Saya Mengenal IFA Lebih pada Sosok Pendiri Sekaligus CEO IFA, yakni Bapak Tanu Sutomo

Posted by tasya diah safitri safitri 0 komentar

Ir. Kristanto Santosa,Executive Director Business Innovation Center (BIC)

Saya mengenal IFA lebih pada sosok pendiri sekaligus CEO IFA, yakni Bapak Tanu Sutomo, yang saya sapa Pak Tomo, saat kami baru saja mendirikan Business Innovation Center (BIC) pada tahun 2008, melalui sahabat beliau Pak Pudjianto yang kebetulan juga ikut berpartisipasi membangun BIC.

Saat pertama kali berkenalan dengan Pak Tomo, terus terang tidak ada kesan yang istimewa, karena gaya beliau yang sederhana apa adanya, "low-profile", bahkan terasa sedikit kesan bahwa beliau adalah pengusaha yang nekad dan tertarik pada segala hal. Saat Pak Tomo kami undang untuk menjadi pemrasaran pada ulang tahun BIC yang pertama, barulah mulai nampak ketajaman, kecepatan, serta semangat Pak Tomo sebagai seorang business entrepreneur sekaligus social entrepreneur sejati. Saya yakin bahwa pak Tomo akan tetap konsisten pada "track" beliau sebagai inovator bisnis yang bukan sekadar "multi-level" businessman biasa.


Mengenai inovasi yang memungkinkan untuk IFA lakukan, saya pikir Pak Tomo dan jajaran managemen jauh lebih tahu daripada saya. Anda semua orang yang sangat memahami medan, sedangkan saya hanya pengamat dari jauh, hanya sebagai pemberi komentar. Untuk tahu "memungkinkan atau tidak" perlu pengujian di lapangan, dan IFA punya feedback-nya, saya tidak; IFA di sektor riil, saya di sektor “imajiner”.

Agar IFA dapat tetap eksis bahkan lebih berkibar di tahun-tahun mendatang, saya hanya bisa mengutarakan pendapat yang bersifat umum, atau bahkan mungkin "sumir".

Menurut saya, power dari multi-level adalah karena overhead yang rendah, dan laskar penjual yang self motivated. Jadi agar overhead tetap rendah, jaga keseimbangan antara back-bone products dan new products, kebanyakan new products membuat overhead tinggi, kurang new products membuat prospek pertumbuhan berkurang. Membuat laskar penjual IFA selalu self motivated, saya kira faktor terpenting adalah gain-share scheme (skema besaran pembagian), berapa yang mereka dapatkan. Dengan begitu gain-share scheme yang baik, maka self motivated para laskar pejual pasti akan tetap terjaga, dan memberi imbas yang positif bagi perkembangan IFA.

Sukses selalu untuk IFA!
Salam inovasi!


Berminat jadi agent IFA ..? Silahkan klik : DAFTAR

Baca Selengkapnya ....

Kisah pertemuan saya dengan IFA diawali dari acara the Waves PasFM.

Posted by tasya diah safitri safitri 0 komentar

Ning Harmanto,Herbalis Indonesia, Presiden Direktur PT. Mahkotadewa Indonesia

Kisah pertemuan saya dengan IFA diawali dari acara the Waves PasFM. Waktu itu November 2006 dimana Pak Harmanto dan saya menjadi pembicara bersama Bapak Tanu Sutomo di acara tersebut.
Selanjutnya kami berkunjung ke IFA. Kemudian di kesempatan lain Bapak Tanu Sutomo dan Bapak Jarot Widjanarko berkunjung ke tempat kami dan selanjutnya ditindak lanjuti oleh tim.
Kami menawarkan beberapa produk herbal kami yang selama ini dikembangkan melalui klinik herbal Ning Harmanto.
Namun ternyata yang diterima justru inovasi produk kami berupa bumbu masak herbal.

Pandangan saya tentang IFA luar biasa. Hemat saya, IFA selalu memiliki terobosan dengan meluncurkan aneka produk berkualitas yang dibutuhkan masyarakat luas, baik berupa produk fashion maupun makanan dan minuman sehat.


Selama menjalin kerja sama dengan IFA, saya sangat senang; dapat menambah wawasan serta menyerap energi semangat. Semangat bisnis IFA mampu meningkatkan adrenalin sukses dengan terus berbagi kepada sesama.
Kami menawarkan produk herbal baru untuk mengajak back to nature dan cinta produk Indonesia kepada masyarakat luas dan anggota IFA yang bisa dipasarkan oleh IFA, yaitu: aneka bantal herbal, minyak asiri yang berfungsi seperti minyak angin dan aroma terapi, teh herbal dalam kemasan teh celup, dan kapsul herbal untuk vitamin otak dan kesehatan mata.
Saya bangga dapat bekerjasama dengan IFA, karena saya tahu bahwa IFA mengusung produk-produk dalam negeri yang berkualitas. Seperti dalam produk fashion, IFA mengusung produk batik dengan motif etnis sebagai ciri khas bangsa Indonesia. Selain itu, IFA juga berfokus pada berbagai alami yang menyehatkan.
Saya mengucapkan selamat ulang tahun ke 20 untuk IFA, terus mengabdi untuk negeri, semoga semakin jaya. 


Berminat jadi agent IFA ..? Silahkan klik : DAFTAR

Baca Selengkapnya ....

Tips Memilih Bisnis MLM

Posted by tasya diah safitri safitri Senin, 03 Oktober 2011 0 komentar

Apakah anda sedang berkecimpung dalam dunia MLM? Atau sedang berpikir-pikir untuk bergabung di MLM? Sebaiknya cari tahu dulu bagaimana cara memilih bisnis MLM.

Silahkan review kembali profil Perusahaan MLM Anda, adakah kualifikasi di bawah ini sudah dipenuhi oleh Perusahaan Anda ? Jika ada salah satu poin belum terpenuhi, silahkan pertimbangkan untuk “berpindah ke lain hati” atau Perusahaan MLM lain yang berkualitas.

1. Apakah perusahaan telah berdiri stabil atau meningkat selama 2 tahun terakhir ?
    Tentu saja, pilih perusahaan yang telah terbukti mengalami kemajuan sejak pertama kali berdiri.

2. Apakah perusahaan mempunyai modal yang cukup ?
    Dengan kata lain, perusahaan memiliki dana yang dibutuhkan demi pertumbuhan, untuk mengembangkan     infrastruktur yang solid, untuk menarik perhatian manajemen yang bertalenta, untuk berkompetisi dengan teknologi, dan yang terpenting untuk memberi Anda bonus-bonus.

3. Apakah perusahaan menawarkan produk atau jasa yang unik ?
    Produk dan jasa yang di jual, mempuyai keunggulan dibandingkan yang beredar di pasaran. Terlebih jika mudah dijelaskan kegunaannya kepada prospek.

4. Apakah produk & jasa termasuk yang biasa diperlukan oleh masyarakat ?
    Produk atau jasa harus memenuhi kriteria “kebutuhan” masyarakat dengan harga yang pas, berkualitas serta mempunyai nilai tersendiri.

5. Apakah produk atau jasa berlaku untuk jangka panjang ?
   Anda tidak bisa meraih passive income jika produk atau jasa yang Anda tawarkan hanya bersifat yang sedang trend. Carilah produk atau jasa yang digunakan terus-menerus selama bertahun-tahun kedepan.

6. Apakah perusahaan memberi bonus langsung ?
Penerimaan bonus langsung dapat memudahkan Anda mengatur keuangan. Secara mental, bonus langsung ini bisa menyemangati Anda untuk menjual lagi dan lagi.

7. Apakah sistem marketing mengikuti perkembangan teknologi ?
     Perusahaan menyediakan semisal situs internet demi fleksibilitas ketika menjual dan merekrut. Karena tidak semua orang mempunyai tipe seorang sales, yang penuh gairah menjajakan produk atau jasa door to door.

8. Apakah upline/sponsor peduli dengan kesuksesan Anda ?
    Jika perusahaan cukup kuat, produk atau jasa berkualitas tinggi, maka kemungkinan Anda sukses semakin besar. Itupun jika upline/sponsor melatih, memotivasi dan mendukung penuh terhadap kesuksesan Anda.

9. Apakah perusahaan menyediakan sistem part-time ?
    Katakanlah Anda seorang dokter yang tertarik dengan bisnis MLM. Dalam hal ini, perusahaan tak hanya mempersilahkan seseorang untuk menekuni bisnis MLM secara full-time, karena sebagai dokter Anda ingin tetap bisa menolong orang selain bisa meraih penghasilan extra melalui bisnis MLM.

10.Apakah Anda merasa bahagia ?
    Walaupun ini bukan elemen inti bagi para pebisnis, namun John Naisbitt menilainya sebagai hal penting. Bisnis MLM yang dijalani seyogyanya dapat menciptakan kegembiraan saat bekerjasama dengan upline dan downline demi menggapai masa depan yang lebih indah.

Baca Selengkapnya ....

IFA Dalam Program Berita ANTV & MNCtv

Posted by tasya diah safitri safitri 0 komentar
Ini adalah kali pertama kerjasama yang dilakukan antara IFA dan ANTV untuk beberapa program berita stasiun televisi tersebut, antara lain:
TOPIK PAGI ( 04.30), TOPIK SIANG (11.30), TOPIK PETANG (17.25), TOPIK PETANG UPDATE SABTU-MINGGU (17.20) DAN TOPIK MALAM (00.00 WIB).

dalam kerjasama ini IFA mensupport blazer dan jas pria untuk 17 presenter ANTV, serta sepatu untuk dikenakan presenter masing-masing program tersebut.

Kontrak kerjasama ini berlangsung selama 3 bulan ke depan.
Benefit yang didapat IFA berupa penayangan template (Busana by IFA Dahsyat) dan penayangan logo perusahaan di credit title pada akhir acara.


Kerjasama antara IFA dan MNCtv kembali diperpanjang untuk program berita, yaitu: Lintas Pagi, Sidik, Lintas Siang, Lintas Petang, Lintas Malam, Lintas Peristiwa, Diantara Kita, Premier Highlights, Premier Priview, Mancing 2011, Lintas Petang Weekend Sabtu Minggu.

Dalam kesebelas program berita ini IFA mensupport busana untuk para pembawa acaranya. Keuntungan yang di dapat IFA berupa penayangan template (Busana by IFA Dahsyat) dan penayangan logo perusahaan di credit title pada akhir acara.


Berminat jadi agent IFA ..? Silahkan klik : DAFTAR

Baca Selengkapnya ....
IFA DAHSYAT support BELI TIKET MURAH - Original design by Bamz | Copyright of IFA DAHSYAT " Seni Berbelanja di Rumah ".