Spektakuler, 100 Hari Belajar Entrepreneur

Posted by tasya diah safitri safitri Senin, 13 Februari 2012 0 komentar




Jika Anda terlahir dalam kemiskinan itu bukanlah kesalahan anda, tapi jika anda mati dalam kemiskinan itu adalah kesalahan anda. Sukses adalah perubahan pola pikir dan pola pikir adalah kesuksesn yang tercapai. -Bill Gates-

Menyimak kata di atas, yang dikemukakan Bill Gates, kita mungkin setuju. Bill Gates, siapa yang tidak kenal sosoknya. Dia merupakan orang paling kaya di dunia versi majalah Forbes selama 13 tahun (1995 hingga 2007) dan turun dua peringkat di posisi ketiga sejak 5 Maret 2008 di bawah pebisnis AS Warren Buffett dan pebisnis Meksiko Carlos Slim Helú.

Kisah sukses Bill Gates ataupun tokoh dunia lainnya, mungkin patut kita tiru. Kesuksesan memang dapat diraih lewat berbagai jalan. Ada yang sebagai pekerja atau karyawan maupun bisa pula dengan menjadi entrepreneur.

Bagi yang terjun menjadi entrepreneur, apalagi mencapai sukses, memang tidak mudah. Karena dalam menjalankan entrepreneur akan dihadapkan berbagai persoalan termasuk bagaimana ketika menghadapi kegagalan. Tidak sedikit pengusaha yang harus jatuh, mengalami kebangkrutan usahanya, kemudian berdiri lagi, jatuh lagi untuk akhirnya meraih posisi sukses.

Belajar, ikut training, seminar, merupakan jalan yang bisa diikuti oleh para mereka yang serius untuk menjadi entrepreneur. Banyak lembaga yang menyelenggarakan acara seperti itu. Beberapa waktu lalu misalnya Resimen Mahasiswa Universitas Islam Negeri (Menwa UIN) bersama IFA dan Depot Ina Bersaudara melakukan “One Day Spectacular Enterpreneur Training”

Acara yang diselenggarakan pada akhir pekan tersebut, disamping berisi pemaparan tunggal dari Tanu Sutomo salah seorang pendiri PT Ifaria Gemilang, juga sebagai ajang seleksi untuk memilih 30 peserta yang berhak ikut training 100 hari tentang entrepreneur.
Menurut Khaerul Anwar, Wak- il Komandan Satuan Menwa UIN Jakarta,”Maksud dan tujuan acara ini adalah kami ingin mencetak entrepreneur-entreprenuer muda sehingga bisa membangun bangsa dan membela negara'.

Penyelenggaraan acara ternyata dimi- nati oleh masyarakat luas, dengan diikuti 190-an. Selain mahasiswa UIN itu sendiri, peserta juga datang dari masyarakat seki- tar dan pelajar SMA. Mereka rata-rata menyambut senang bisa ikut berpartisi- pasi dalam acara yang jarang dilakukan. Apalagi ketika Tanu Sutomo memapar- kan kisah hidupnya dari orang biasa yang tidak punya apa-apa hingga mencapai sukses seperti sekarang ini.

Tanu Sutomo menuturkan bahwa sukses dirinya jangan diihat sekarang tapi bagaimana proses sebelumnya. Kegagalan demi kegagalan pernah dirasakan ketika membangun perusahaan IFA.

Dilanjutkan olehnya, bahwa untuk mencapai kesuksesan sebenarnya tidak ada. Yang ada hanya, kita sudah banyak belajar maka kurang latihan atau praktek. Selain itu, yang terpenting pula adalah keinginan yang kuat, memiliki visi dan misi serta target yang jelas.

100 hari
Setelah melewati seleksi, tiba saatnya mereka yang benar-benar ingin mengikuti training entrepreneur selama 100 hari. Sebanyak 30 orang, kemudian dikumpulkan di IFA Training Center yang berada di lantai dasar kantor pusat IFA Serpong Tangsel, Banten. Mereka dibekali dan diberi penjelasan seputar training yang akan dilakukan.



Meski timbul sedikit perdebatan, namun akhirnya ditemukan titik temu terutama waktu penyelenggaraan. Setiap hari sabtu, mulai tanggal 15 Oktober 2011 hingga 11 Februari 2012 mereka akan menjalani training dengan mendapat materi seperti mengenal diri sendiri, public speaking dan tak kalah menarik- nya adalah praktek langsung di lapangan.

<< (atas) Peserta sedang menjalani training.(kiri bawah) Direktur IFA, Tanu Sutomo dan (kanan bawah) Kep. Div. Support System IFA, Hartono Hutomo saat menyampaikan materi.

Tanu Sutomo sebagai direktur IFA menjelaskan bahwa acara ini merupakan kali pertama diselenggarakan dan sudah diimpikan tiga tahun silam. Makanya beruntung bagi mereka yang berhasil mengikuti training 100 hari.

Penyelenggaraan training itu sendiri, menurut Hartono Hutomo Kepala Divisi Support System IFA, dimaksudkan sebagai wujud nyata Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggungjawab sosial perusahaan terhadap masyarakat.

Bagi peserta yang berasal dari berbagai kampus seperti UIN, BSI, STAN dan sebagainya, semua menyambut sukacita. Mereka berpendapat, kapan kali kesempatan yang langka seperti ini, sudah gratis dapat bimbingan dari orang yang sukses. Mudah-mudahan setelah lulus training, jiwa entrepreneur makin bertambah dari peserta.
 

Sumber : www.ifadahsyat.com
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Spektakuler, 100 Hari Belajar Entrepreneur
Ditulis oleh tasya diah safitri safitri
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://www.ifadahsyat.biz/2012/02/spektakuler-100-hari-belajar.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

IFA DAHSYAT support BELI TIKET MURAH - Original design by Bamz | Copyright of IFA DAHSYAT " Seni Berbelanja di Rumah ".