Kisah Sukses : Menjalin Relasi "Mewujudkan Mimpi"

Posted by tasya diah safitri safitri Senin, 19 Maret 2012 0 komentar

Bila Anda berpikir Anda bisa, maka Anda benar.
Bila Anda berpikir Anda tidak bisa, Anda pun benar.
Karena itu ketika seseorang berpikir tidak bisa,
maka sesungguhnya dia telah membuang kesempatan untuk menjadi bisa.


Empat baris kalimat di atas merupakan kata motivasi dari hendry ford. Bagi kita mungkin mengenalnya sebagai pendiri perusahaan Ford Motor. Henry Ford adalah yang merevolusi cara mobil didesain dan dibangun, memperkenalkan pabrik perakitan untuk memproduksi jumlah massa kendaraan yang menuju ke harga yang lebih rendah bagi konsumen.

Ada satu kata kunci diatas yang cukup penting dan perlu diperhatikan, yakni kesempatan. Ya, kesempatan terkadang menghampiri secara tiba-tiba tak terduga ke setiap manusia. Itu biasanya datang tidak dua kali. Makanya barangsiapa yang bisa meraih dan memanfaatkan kesempatan yang datang, bukan mustahil akan meraih kesuksesan. Hal ini mungkin yang terjadi pada diri seorang wanita bernama lengkap Rd.Ninin Kusmayani.

Saat masih bekerja sebagai wanita karier, Ninin tidak pernah terpikirkan untuk serius menjalankan bisnis usaha multilevel marketing. Baginya, dengan bekerja, sudah cukup membantu kead- aaan ekonomi keluarganya. Namun apa terjadi di kemudian hari, kehidupan tidak bisa diprediksi.

”Saya dan suami masing-masing sebenarnya bekerja. Tapi karena terkena dampak efisiensi di tempat saya bekerja, akhirnya saya harus keluar kerja,” ujarnya kepada majalah ini.
Sedari awal sebagai wanita karier, rasanya kalau menganggur dan hanya berdiam diri, Ninin tidak betah. Oleh karenanya, Ninin memutuskan untuk terus berkarier. Tapi kariernya bukan bekerja di sebuah perusahaan melainkan berkarier menjalankan bisnis.

”Saya bergabung di IFA sewaktu masih kerja sekitar 2002 dan saat itu produknya sudah bagus namun masih sedikit,” tutur ibu dari Taufik Maulana (12 thn) dan Denia Aulia Syifa (4,5 thn) ini. Setelah keluar dari tempat kerja sekitar tahun 2004, lanjutnya, dirinya mencoba untuk kembali mencari informasi IFA di sebuah tabloid hingga akhirnya bergabung kembali ta hun 2006 melalui Depot Pak Eko.

Kesempatan tersebut akhirnya tidak disia-siakan olehnya. Mulailah Ninin menjalankan aksinya berbisnis IFA secara serius. Seolah tak kenal lelah, dirinya terus menerus memperkenalkan IFA ke orang-orang yang dikenalnya.

Menurutnya, dirinya berkunjung ke teman-temannya bekerja dan saudara terdekat. Bersyukur, kerja kerasnya tidak sia-sia sebab belum begitu lama menjalankan IFA sudah menemui secercah harapan.

”Di bulan pertama menjalankan IFA sudah memberikan hasil yang memuaskan dan nyata,” tegasnya. Dari situ, tumbuh semangat, motivasi dan keyakinan kalau IFA akan mudah diterima oleh masyarakat.



Ada satu kata kunci di atas yang cukup penting dan perlu diperhatikan, yakni kesempatan. Ya, kesempatan terkadang menghampiri se- cara tiba-tiba tak terduga ke setiap manusia. Itu biasanya datang tidak dua kali. Makanya barangsiapa yang bisa meraih dan memanfaatkan kesempatan yang datang, bukan mustahil akan meraih kesuksesan.


Memberikan Bukti
Sebenarnya sebelum jatuh pilihan ke IFA, Ninin pernah pula bergabung dengan multilevel lainnya. Tapi karena tidak se transparan IFA, multilevel lainnya itu ditinggalkan.

Disamping alasan di atas, ada hal lain yang membuatnya terus mengembangkan bisnis IFA.
”IFA dapat memberikan penghasilan tambahan yang cukup, dan bisa menjalin banyak relasi tanpa harus meninggalkan keluarga,” akuinya. Sudah begitu, IFA mudah dijalankan karena produknya bagus dan terjangkau.

Setelah lima tahun bergabung, Ninin memiliki member yang cukup banyak sekitar seribu. Para member tersebar domisilinya di sekitar Banten, Serang, Pandeglang dan Lebak.

Ditambah dengan peringkat karier mencapai ISA, perempuan kelahiran Pandeglang ini mendapatkan bonus, komisi serta fee depot.
Tahun pertama saja gabung di IFA, Ninin yang lahir pada 27 MEI 1976 ini sudah bisa menggenggam Komisi Cicilan Sepeda Motor (KCSM).
Hal itu membuatnya terus bersemangat hingga meningkatnya omzet yang didapat.

”Omzet saya baru mencapai Rp 100- 130 juta perbulan,” ceritanya.
Sementara fee depot sendiri, setiap bulan perempuan yang lahir dan besar dari keluarga guru ini, memperoleh sekitar Rp 5-7 jutaan. Sehingga berdampak dapat memiliki kendaraan roda empat yang bisa digunakan untuk menjalankan kegiatan IFA.

Apa yang diperoleh oleh Ninin memang terasa dan terdengar indah. Tapi kita tidak ketahui kalau kenyataannya, ada saja kesulitan yang dihadapi. Dirinya cukup sedih bila ada yang menolak untuk bergabung dengan IFA.

Untuk itu, wanita lulusan D3 Manajemen Informatika AMIK Serang Banten ini,menerapkan strategi mengadakan shearing dengan para leader, membentuk sub-depot, serta memasang iklan di media.

Dirinya berkeyakinan kalau di masa mendatang masih bisa terus mengembangkan bisnis IFA. Oleh karenanya, buat para member yang masih tertidur, Ninin hanya menyarankan agar segera aktif kembali dan tidak menyerah pada keadaan, sebab siapa yang bekerja keras hasil juga akan maksimal.

Dengan motto hidup ’Suatu kebahagiaan saat kita bisa berbagi dan memberi sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain’ istri dari Ujang Yudiana ini ke depannya memiliki cita-cita ingin memiliki sub-sub depot dan anak depot dengan terus mensuport leader-leader dan sub-sub yang sudah terbentuk.


sumber : www.ifadahsyat.com
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kisah Sukses : Menjalin Relasi "Mewujudkan Mimpi"
Ditulis oleh tasya diah safitri safitri
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://www.ifadahsyat.biz/2012/03/kisah-sukses-menjalin-relasi-mewujudkan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

IFA DAHSYAT support BELI TIKET MURAH - Original design by Bamz | Copyright of IFA DAHSYAT " Seni Berbelanja di Rumah ".