Business Expert : Belajar dari Ikan Salmon

Posted by tasya diah safitri safitri Kamis, 26 April 2012 0 komentar



Salah satu masakan lezat ala Jepang adalah hidangan ikan salmon. Terlebih bila ikan  tersebut diolah dari ikan yang baru saja ditangkap dari laut alias masih hidup sebelum akhirnya di masak menjadi menu santap kita. Kelezatannya sangat berbeda disbanding dengan ikan Salmon yang sudah sekiat dibekukan dalam freezer atau dalam bongkahan es batu.

Itulah sebabnya, para nelayan selalu memasukkan Salmon tangkapnya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan Salmon-Salmon tersebut tetap hidup. Meski demikian pada kenyataannya banyak salmon yang mati di kolam buatan tersebut. Lantas, bagaimana caranya para nelayan itu menyiasatinya?

Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil di kolam tersebut. Ajaib! Hiu kecil tersebut ‘memaksa ‘ Salmon-Salmon itu terus bergerak karena jangan sampai dimangsa oleh Hiu itu. Sebagai kita tahu, ikan Salmon teramat takut terhadap keberadaan ikan Hiu, sebab di laut, Salmon merupakan santapan utama bagi ikan-ikan Hiu.

Namun, dalam kolam buatan itu, jumlah Salmon yang mati justru menjadi sangat sedikit. Apa rahasianya? Ternyata rasa takut dikejar-kejar oleh Hiu, khawa- tir Salmon akan dimangsanya, membuat Salmon terus bergerak, berlari kencang menghindar dari sergapan ikan Hiu. Tetapi, justru itulah yang membuat ia tetap hidup.

Dari kisah Salomon itu, paling tidak kita dapat belajar dua hal penting:

Pertama, diam membuat kita mati! Banyak di antara kita yang merasa sudah cukup dengan capaiannya saat ini, sehingga ia tak lagi berupaya untuk menda- patkan yang lebih baik atau lebih banyak lagi. Bagi pelaku bisnis, diam menikmati hasil yang sudah ada memang sangat nyaman. Tak perlu bersusah-payah lagi mengumpulkan banyak hasil.

Akan tetapi, persaingan di luar sana begitu hebat. Competitor bergerak luar biasa. Jika kita hanya berdiam saja, bukan mustahil, “ikan” hasil tangkapan kita akan direbut oleh mereka yang bergerak lebih dahsyat. Dalam kondisi seperti itu, maka, pelan tapi pasti, kita akan mati. Jika toh tetap hidup, kondisi kita tak lebih baik dengan mereka yang terus bergerak.

Kedua, bergerak membuat kita lebih hidup. Sebagaimana ikan Salmon, begitu merasa terancam, ia berlari sekencang- kencangnya. Ia pun selamat dari terka- man ikan Hiu yang paling ia takuti. Boleh saja kita merasa cukup dengan capaian kita saat ini. Tetapi, ingat, hal itu tak akan membuat kita menambah prestasi. Saat masalah datang secara otomatis naluri kita membuat kita bergerak aktif dan berusaha bagaimana mengatasi semua pergumulan hidup itu.

Karena itu, bergeraklah terus untuk meraih capaian yang lebih baik. Kita hidup tidak sendirian. Ada anak, istri, saudara, sanak family, handai tolan, dst. Mereka tentu senang hati jika kita mam- pu mengulurkan tangan bagi keberhasilan mereka. Tak sepatutnya kita hanya memikirkan diri sendiri, sementara orang lain masih banyak yang membutuhkan bantuan dan support kita. Maka, bergerak terus, menemukan inovasi-inovasi baru bagi kehidupan kita, bagi kegiatan bisnis kita, bagi nilai-nilai yang hendak kita capai, merupakan langkah positif, tidak hanya bagi diri kita sendiri, melain- kan juga bagi banyak orang di sekitar kita.

Saya selalu teringat satu ungkapan luar biasa dalam ajaran agama, “Sebaik- baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya”. Alangkah indah- nya, alangkah mulianya jika kita termas- uk deretan manusia yang ada dalam golongan itu.

Oleh sebab itu, kita mesti bersyukur atas keberadaan “hiu kecil” yang selalu menbuat kita bergerak, membuat kita berlari kencang. Karena dia kita terus belajar menyelesaikan segala persoa- lan, menghadapi rangkaian masalah ke- hidupan, dan menemukan cara-cara baru untuk meraih kehidupan yang jauh lebih dahsyat!
Salam dahsyat!


Sumber :  www.ifadahsyat.com
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Business Expert : Belajar dari Ikan Salmon
Ditulis oleh tasya diah safitri safitri
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://www.ifadahsyat.biz/2012/04/business-expert-belajar-dari-ikan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

IFA DAHSYAT support BELI TIKET MURAH - Original design by Bamz | Copyright of IFA DAHSYAT " Seni Berbelanja di Rumah ".