Kisah Sukses : Keraguan di Awal, Manis di Akhir

Posted by tasya diah safitri safitri Jumat, 13 April 2012 0 komentar

Rasa trauma yang ada pada seseorang kadang kala sukit untuk dilupakan apalagi sampai menghilang. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk semua itu. Hal ini dialami sendiri oleh Yessi Destriliyanti. Perempuan kelahiran Surulangun Rawas ini merasakan bagaimana ketika menjalankan sebuah multilevel tapi dikecewakan.

"Ketika masih kuliah, saya pernah menjalankan sebuah MLM, tetapi karena kekecewaan yang didapat, saya akhirnya mengundurkan diri,"ujar Yessi kepada majalah intrepreneur. Dari pengalaman itu, lanjutnya, dirinya trauma untuk ber- binis MLM. Termasuk ketika mau memulai bisnis IFA.

Menurutnya, "Sebenarnya saya sering lewat depot IFA di Palembang tapi karena trauma dengan MLM yang terdahulu, sehingga tidak tertarik untuk menjalankannya."

Ketidaksengajaan    tanpa    diduga, mungkin yang terjadi pada Yessi dalam menjalankan bisnis IFA. Diceritakan olehnya, pada tahun 2008 bertemu Meyliza Depot IFA Lubuklinggau, yang merupakan teman SMA kakak perempuannya. Saat itu, dirinya masih belum tertarik. Tiga tahun kemudian, tepatnya di bulan Februari 2011 bertemu Meyliza, di mana beliau memberikan dirinya katalog IFA. Di situpun, masih timbul keraguan. Tapi seminggu kemudian mendaftar menjadi member dengan pertimbangan untuk pemakaian pribadi dan mendapatkan diskon.

Tanpa sengaja, dirinya membawa katalog IFA ke sekolah tempatnya    mengajar.    Tidak    disangka teman-teman    banyak    yang    Pesan.
"Alhamdulillah, di bulan pertama saya mendapatkan bonus Rp 275.000, ini benar-benar diluar dugaan. Saya sendiri tidak percaya, senang dan bangga untuk pencapaian ini," kata Yessi.


Melayani dengan sepenuh hati siapapun, kapanpun dan di manapun berada, demikian prinsip bisnis yang dijalankan oleh sosok yang satu ini. Awalnya ragu, untuk kemudian bisa berbuah manis.


Keluarga Sederhana
Terlahir dari keluarga sederhana, kedua orangtuanya bekerja sebagai PNS biasa. Tapi untuk menambah kebutuhan keluarga, ayah dan teman-temannya main musik (band) di acara hajatan seperti di pernikahan, sunatan dan lain-lain. Sementara sang ibu membuat kue yang dijual di sekolah. Yessi kecil menghabiskan waktu tinggal di desa perbatasan antara Sumatera Selatan dan Jambi, namanya Desa Sungai Jauh. Ketika beranjak remaja tepatnya Tahun 1992, ayahnya dipindahkan kerjanya ke kabupaten yang jaraknya dua jam perjalanan dengan kendaraan dari desa.

Di tempat yang baru, kehidupan perekonomian keluarga besarnya sedikit meningkat, ayahnya tidak lagi main band tapi ibu tetap membuat kue yang dititipkan. Saat  kuliah di Palembang tahun 1999 bersama kakak perempuannya ngekost, Yessi dikirim uang pas-pasan, meskipun sebenarnya perekonomian keluarga sudah baik.
"Kami tidak pernah menuntut uang tambahan sehingga untuk menambah uang saku ini kami berusaha sendiri, termasuk salah satunya menjalankan MLM, mengerjakan tugas kuliah teman-teman ataupun membantu membuat skripsi teman," jelasnya. Pada Mei 2004 selesai kuliah gelar sarjana pertanian didapatkan Yessi. Dua tahun kemudian, dirinya mengambil AKTA 4 pendidikan guru Biologi, sehingga sekarang Yessi mengajar di SMPN Sungai Jauh.

Selain mengajar, ibu dari Dian Zaafarani ini juga menjalankan IFA. Selama itu pula, beragam pengalaman didapatinya. Pernah satu kali, ada orang yang mengatakan, "ini hanya di katalognya saja bagus apalagi yang pakai bule, aslinya pasti mengecewakan". Cemohoan orang tersebut cukup dijawab Yessi hanya dengan memakai produk IFA dan memamerkan didepan orang tersebut. Cara tersebut jitu karena pada akhirnya orang itu juga pakai produk IFA.

Seperti cerita di atas, Yessi yang kecewa dengan multilevel lain, pada akhirnya hanya fokus di IFA. Dimatanya, fokus di IFA karena nyaman menjalankan bisnis ini tidak dituntut jam kerja tetapi dapat penghasilan yang luar biasa. Kemudian bonusnya transparan dan jelas serta sistemnya mudah untuk diterapkan kepada semua orang. Tanpa terasa, sekarang membernya
berjumlah 100 orang yang tersebar di Palembang, Curup, Sarolangun Jambi, Lubuklingga dan Kab. Musi Rawas. Dengan omzet sekitar Rp 25-30 juta/bulan, keuntungan yang didapatinya sekitar Rp 1,7 – 2 juta/bulan. Belum lagi bonus bulanan, misalnya saja pada bulan November 2011 silam memperoleh dua buah handphone Black Berry (Cookware dan Puspita).

Dari keuntungan yang didapatinya, menurut Yessi, digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Ke depan, ada target yang dicapai oleh istri dari Feri Irawan ini.

"Di Tahun 2012 saya bisa menjadi depot IFA Cookware dan mendapatkan KCMS," kata perempuan yang dilahirkan pada 20 Desember 1981 ini." Dengan demikian, target saya, sambungnya, adalah ingin mengcookwarekan kota Lubuklinggau dan sekitarnya."


Sumber : www.ifadahsyat.com


Ingin Sukses Seperti Mbak Yessy ..?  Silahkan klik : DISINI



TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kisah Sukses : Keraguan di Awal, Manis di Akhir
Ditulis oleh tasya diah safitri safitri
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://www.ifadahsyat.biz/2012/04/kisah-sukses-keraguan-di-awal-manis-di.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

IFA DAHSYAT support BELI TIKET MURAH - Original design by Bamz | Copyright of IFA DAHSYAT " Seni Berbelanja di Rumah ".