Kisah Sukses : Patut Diacungi Jempol dan Diteladani

Posted by tasya diah safitri safitri Rabu, 28 November 2012 0 komentar

Perempuan yang mengabdikan diri sebagai dosen di Padang ini benar-benar merasakan amazing ketika turut serta menikmati perjalanan wisata ke Shenzhen dan Hong Kong pada 1-6 Juni lalu bersama 24 leader IFA lainnya.

Pengalaman tersebut merupakan hal diluar yang ia duga. "Amazing, benar- benar dahsyat dan diluar dugaan dan serasa bagai mimpi. Tanpa IFA mustahil saya bisa ke Hong Kong dan China. Saya merasa kecil di antara kemajuan peradaban yang sangat modern dan etos kerja yang bagus sekali," terangnya beberapa waktu lalu.

Di Shenzhen Helma menemukan keunikan yang menjadi daya tarik tersendiri. Tepatnya di pasar Lou Hu, selain menawarkan aneka barang yang menarik, cara pedagang menawarkan barang juga sangat gigih. Bahkan mereka menguasai bahasa turis yang kerap berkunjung ke sana. Sapaan, "Ni haw ma?, Kakak cantik, tiga selatus mullah-mulah," meluncur dari mulut pedagang di pasar tersebut. Pun dengan pusat batu giok dan museum serta pengobatan tradisionalnya. Pemerintah setempat selalu mengarahkan agar para wisatawan untuk berkunjung ke obyek-obyek tersebut dengan tujuan mempromosikan kekayaan alam dan kebudayaan mereka.

"Saya jadi berfikir, kenapa Indonesia tidak melakukan hal yang sama? Di tempat wisata juga disediakan kostum khas daerah setempat untuk berfoto. Sebuah peluang usaha yag bagus untuk diterapkan di Tanah Air, sebab pada dasarnya seorang wisatawan memerlukan sebuah kenangan untuk dikenang di waktu mendatang," papar leader IFA kelahiran
Solok, 21 Juni 1968 ini.

Yang mengesankan bagi Helma adalah ketika berada di Disneyland Hong Kong. Di sana pengunjung dapat menikmati petualangan bersama Winnie The Pooh atau mencoba Jungle Cruise serta permainan yang mendebarkan Space Mountain. Ia juga terkesan ketika bersantap siang di Jumbo restaurant yang berada di atas kapal besar nan mewah.

Banyak inspirasi yang didapat oleh Helmawati. Etos kerja dan disiplin warga Hong Kong dan Shenzhen, menurutnya patut diacungi jempol dan diteladani. Karena itu, ia berkeinginan mengajak leader-leader di jaringannya untuk pergi ke sana agar melihat langsung peradaban modern di Negeri Tirai Bambu itu. Jika itu tercapai, maka akan menjadi kepuasan tersendiri bagi Helmawati.

"Fokus dan jadilah teladan bagi jaringan anda. Apalagi pimpinan depot, jangan sampai anda memberikan contoh yang tidak bagus terhadap jaringan anda sendiri dengan berselingkuh dengan MLM lain termasuk money game. Kita janganlah melihat keuntungan sesaat. Janganlah memiskinkan saudara kita sendiri, buatlah mereka sukses, Insya Allah kita akan lebih sukses. Jadilah pemimpin yang cerdas. Karena saya sangat yakin, keberhasilan kita tidaklah ditentukan seberapa keras kita bekerja tetapi seberapa cerdas kita bekerja," saran Helma.

Sumber : ifadahsyat.com
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kisah Sukses : Patut Diacungi Jempol dan Diteladani
Ditulis oleh tasya diah safitri safitri
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://www.ifadahsyat.biz/2012/11/kisah-sukses-patut-diacungi-jempol-dan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

IFA DAHSYAT support BELI TIKET MURAH - Original design by Bamz | Copyright of IFA DAHSYAT " Seni Berbelanja di Rumah ".