Busana Cheongsam dalam Jalur Sutra

Posted by tasya diah safitri safitri Kamis, 31 Januari 2013 0 komentar
Berbeda dengan desainer dari negara-negara Barat yang mengeluarkan koleksi busana berdasarkan empat musim, desainer Indonesia memiliki patokan musim sendiri dalam menentukan rancangan busana

"Di Indonesia  perputaran koleksi fashion berdasarkan permintaan pasar yang tinggi pada saat hari Raya Lebaran dan juga Imlek," ujar perancang Sebastian Gunawan, saat konferensi pers menjelang pagelaran busana tahunannya di Hotel Mulia, Jakarta, Jumat (25/1/2013) lalu.

Melihat ketersediaan pasar akan kebutuhan busana untuk merayakan Imlek, Seba -panggilan akrab desainer ini- konsisten mengeluarkan koleksi cheongsam setiap tahunnya. Tahun lalu Seba mengangkat koleksi Shanghai Swing yang terinspirasi dari Shanghai tahun 1940-an, yang saat itu dikenal sebagai kota pelabuhan yang ramai. Koleksinya menampilkan sebuah sejumlah busana cheongsam yang terkesan modern.

Kali ini Seba melangkah lebih jauh dalam pagelaran bertema "La Route De La Soie", yang bermakna jalur sutra. Seba mengambil insiprasi sebuah rute perdagangan yang menghubungkan antara dunia Barat dan Timur.

Untitled

Sejarah mencatat bahwa sutra merupakan bahan perdagangan yang terkenal dari China. Perjalanan Seba berawal dari Jepang, di  mana Seba mengambil ciri khas Jepang yaitu bahan Obi. Perjalanan berlanjut ke Eropa timur, dengan tenun Uzbekistan sebagai bahan utamanya. Jalur terakhir adalah Paris, yang mengangkat  gaya versatile Paris yang diterjemahkan dalam gaun-gaun cheongsam dengan potongan lebih modern.

Seba1

Koleksinya terlihat feminin, menonjolkan siluet tubuh perempuan dan terkesan glamor. Cheongsam hadir dalam potongan dress pendek dan panjang yang pas badan, juga baby doll, peplum dress, jaket, bolero, rok, celana panjang, hingga ball gown.  Rok, celana, dan jaket menghadirkan sebuah kreasi cheongsam yang bisa dijadikan busana dua atau tiga potong.

Seba4

Pagelaran dimulai dengan koleksi warna merah, menggambarkan ciri khas Imlek yang identik dengan merah. Motif bunga mendominasi karya Seba, begitu pula bordir, payet emas dan metalik yang memberi kesan makin mewah.

Seba 2

Warna-warna yang digunakan bold hingga pastel, sehingga memberikan lebih banyak pilihan untuk wanita. Koleksi "La Route De La Soie" ini juga mengukuhkan konsistensi Seba dalam mengolah modifikasi cheongsam menjadi busana yang tampil lebih modern serta tidak kaku.

Sumber: kompas.com

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Busana Cheongsam dalam Jalur Sutra
Ditulis oleh tasya diah safitri safitri
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://www.ifadahsyat.biz/2013/01/busana-cheongsam-dalam-jalur-sutra.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

IFA DAHSYAT support BELI TIKET MURAH - Original design by Bamz | Copyright of IFA DAHSYAT " Seni Berbelanja di Rumah ".