Hikmah di Balik Kepergian Ricky Jo

Posted by tasya diah safitri safitri Sabtu, 23 Maret 2013 0 komentar
Ricky Johannes atau Ricky Jo

Baru saja kita dikejutkan dengan meninggalnya presenter olah raga terkenal Ricky Jo di usia yang relatif muda 45 tahun. Saya pribadi sangat sedih dan  menyayangkan kepergiaan almarhum. Sebagai penggemar sepak bola khususnya sepakbola nasional, wajah dan  suara beliau tidak asing lagi buat saya.

Almarhum merupakan seorang ayah dengan dua putri yang masih membutuhkan kehadiran seorang ayah. Masih muda dan masih aktif menjalankan profesi untuk menyenangkan orang lain. Sakit jantung diduga menjadi penyebab meninggalnya beliau. Serangan jantung terjadi tiba-tiba walau kita tahu bahwa proses yang terjadi pasti tidak tiba-tiba.

Ada proses aterosklerosis pembuluh darah, penyempitan pembuluh darah dan terakhir sumbatan. Kalau sumbatan terjadi pada pembuluh darah yang memperdarahi otot jantung tentu akan membuat otot jantung yang terkena sumbatan tersebut menjadi kekurangan oksigen bahkan sampai menyebabkan kematian jaringan otot yang terkena.

Selalu ada hikmah meninggalnya seorang sahabat, teman atau seseorang yang kebetulan kita kenal. Saya coba mengintip akun @Rick_Jo, ternyata ada 3 hal utama yang membuat hatinya galau dalam kurun 2 hari sebelum kepergiannya. Beliau menyampaikan ocehannya melalui twitter antara lain: miris terhadap kondisi yang ada saat ini dimana orang saling menyalahkan dan merasa benar dan melupakan jati diri sebagai bangsa yang bermartabat, beliau juga sempat menyampaikan kekecewaan terhadap kemacetan Jakarta, apalagi beliau sebagai seorang selebritis membutuhkan "tepat waktu" untuk sampai ditempat tugas atau pekerjaan. Terakhir, beliau merasa kehilangan ayah yang dicintainya yang meninggal 1 bulan yang lalu. Kehilangan orang yang dicintai merupakan stres sendiri yang kadang-kadang kita tidak sadari. Bisa saja ketiga stressor ini yang mencetuskan terjadinya serangan jantung pada beliau.

Penyakit jantung koroner yang diduga menjadi penyebab meninggalnya almarhum, bisa muncul dengan gejala berupa nyeri dada,biasanya nyeri menjalar ketangan kiri dan tembus ke belakang dada. Nyeri dada seperti ditekan dan berlangsung  lebih dari10 menit. Nyeri dada juga tak selalu disebabkan oleh sakit jantung. Selain nyeri dada, pasien bisa mengalami sesak nafas. Gejala sesak nafas akan bertambah jika naik tangga atau latihan yang keras atau karena stres.

Di akhir hayat almarhum Ricky Joe, sesak nafas merupakan gejala utama beliau sebelum menghembuskan nafas terakhir. Walau kita tahu sesak nafas tidak selalu dari jantung bisa juga berasal dari organ lain. Sedangkan nyeri dada ternyata bukan saja milik penyakit jantung, nyeri dada dapat disebabkan karena gangguan saluran cerna atas yaitu kerongkongan penyakit nya kita sebut GERD (gastroesofageal reflux disease).

Pasien dengan GERD bisa datang karena nyeri dada dan bisa merasakan rasa panas di dada seperti terbakar (heart burn). Biasanya, nyeri dada ini diikuti juga dengan mulut pahit karena ada asam yang naik. Serangan jantung sendiri ternyata tidak selalu berawal dari nyeri dada atau sesak nafas karena nyeri ulu hati bisa merupakan gejala awal dari suatu serangan jantung. Ini bisa saja terjadi jika penyempitan pembuluh darah koroner yang mensuplai bagian bawah otot jantung yang lokasinya lebih dekat daerah ulu hati.

Saya sudah sampaikan bahwa serangan jantung yang terjadi  melalui proses panjang. Karena itu, kita harus mengenali beberapa faktor  risiko dari penyakit jantung koroner antara lain umur di atas 40 tahun, obesitas, merokok, hipertensi, hiperkolesterol, hipertrigliserida, diabetes mellitus, riwayat  keluarga dengan sakit jantung, kurang olah raga rutin dan stres. Kita tahu juga bahwa dari faktor risiko jantung koroner tersebut ada yang kita bisa cegah agar kita terhindar dari serangan jantung.

Terakhir cegah penyakit jantung dengan mengurangi faktor resiko yaitu  kontrol berat badan, kontrol TD, kontrol kadar gula darah jika menderita DM, kontrol kadar kolesterol, kurangi makanan yang berlemak, banyak makan buah dan sayur-sayuran dan stop rokok dan alkohol dan tentunya olah raga teratur. Hindari stress dan selalu belajar untuk bisa mengendalikan diri.

Melakukan check up rutin bagi yang berumur laki-laki di atas usia 40 tahun sudah menjadi keharusan. Pemeriksaan treadmill merupakan salah satu skrining yang dapat mengidentifikasi adanya permasalahan pada jantung kita. Pada waktu pemeriksaan treadmill, kita akan melakukan aktivitas jalan dan secara bertahap berlari di mana aktivitas jantung akan direkam dengan EKG dan tentu dipantau TD, N dan keluhan lain yng muncul selama kegiatan treadmill tersebut.

Melalui pemeriksaan ini  adanya kelainan jantung dapat diidentifikasi lebih awal. Apalagi bagi mereka yang mempunyai faktor risiko seperti seperti yang saya sebutkan diatas. Pencegahan lebih baik dari pada mengobati, kita tentu berharap bahwa kita selalu dalam keadaan sehat dalam menjalani sisa hidup yang ada.

Selamat jalan Ricky Jo...

Sumber
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Hikmah di Balik Kepergian Ricky Jo
Ditulis oleh tasya diah safitri safitri
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://www.ifadahsyat.biz/2013/03/hikmah-di-balik-kepergian-ricky-jo.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

IFA DAHSYAT support BELI TIKET MURAH - Original design by Bamz | Copyright of IFA DAHSYAT " Seni Berbelanja di Rumah ".