PERANG SABAH bergejolak "Sengketa Tanah antara Malaysia, Indonesia dan Filiphina"

Posted by tasya diah safitri safitri Rabu, 06 Maret 2013 0 komentar


Militer Malaysia melancarkan serangan terhadap kelompok bersenjata dari Filipina yang menduduki Lahad Datu, negara bagian Sabah, selama sekitar tiga minggu terakhir.

Pesawat-pesawat tempur dikerahkan sebelum pasukan darat masuk pada Selasa, 5 Maret. Kepolisian Malaysia mengatakan pasukan mendapat serangan balasan dari kelompok bersenjata yang menamakan diri mereka sebagai tentara Kesultanan Sulu itu.

Kepala Kepolisian Malaysia Ismail Omar mengatakan meskipun mengalami serangan, sejauh ini tidak ada korban jiwa di pihak Malaysia. Ia tidak menyebutkan apakah ada korban warga Filipina.

Menurut Omar, pasukan menyisir kawasan seluas empat kilometer persegi untuk mencari warga Filipina yang melakukan pendudukan di Sabah.

Operasi militer ini terjadi sekitar tiga minggu setelah Klik ratusan orang bersenjata mendarat di Lahad Datu, Sabah, untuk mengukuhkan klaim bahwa mereka berhak atas wilayah Sabah yang sebelumnya menjadi bagian dari Kesultanan Sulu.

DIMANFAATKAN OPOSISI

Pengamat politik di Universitas Kebangsaan Malaysia Dr Ahmad Nidzamuddin Sulaiman mengatakan operasi militer terkesan lamban karena pemerintah Malaysia mempertimbangkan setidaknya dua faktor.

"Karena di wilayah itu sebenarnya terdapat campuran dengan anak-anak tempatan (warga lokal) bersama dengan para pendatang dari Filipina ini," kata Dr Ahmad Nidzamuddin kepada BBC Indonesia.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah Malaysia terlebih dulu mengirim polisi untuk menyisir kawasan dan menyelidiki siapa saja yang masuk kelompok bersenjata dan siapa saja yang merupakan penduduk setempat asal Filipina.

Pembauran karena geopolitik terjadi telah lama bahkan sebelum Sabah menjadi wilayah Malaysia dan hingga kini pergerakan warga antarwilayah, misalnya Sabah, Sepadan, dan Ligitan biasa terjadi setiap hari.

Faktor kedua, pemerintah Malaysia tidak ingin mengambil risiko warga Malaysia menjadi korban pertempuran menjelang pemilihan umum yang harus diadakan sebelum bulan Juni 2013.

"Setiap langkah yang diambil harus berhati-hati supaya sekiranya ada kesalahan yang dibuat kelak akan menjadi bahan kampanye pihak pembangkang (oposisi)," jelas Dr Ahmad Nidzamuddin.

Malaysia mengerahkan angkatan bersenjata setelah Klik delapan polisinya tewas dalam bentrokan dengan kelompok dari Filipina akhir pekan lalu.

Bentrokan juga menewaskan lebih dari 20 warga Filipina.



Perang di Sabah antara pejuang pembebasan Sabah melawan Malaysia tengah berlangsung, dilaporkan telah sedikitnya 50 orang tewas sejak operasi militer dilancarkan untuk melawan gerakan sparatis pembebasan Sabah. Bagaimana duduk perkaranya sehingga timbul upaya pemisahan dan disintegrasi Sabah menjadi up-to-date dan layak disikapi baik oleh Indonesia, Filipina dan Malaysia terkait wilayah sengketa Sabah di pulau Borneo tersebut?

Sabah bukanklah bagian Malaysia. Sebagaimana dikutip dari Wikipedia, sejarah integrasi Sabah dimulai pada 1963 ketika para pemimpin masyarakat Sabah yakni, Tun Mustapha mewakili masyaralat muslim, Tun Fuad Stephen mewakili masyarakat suku asli non-Muslim, dan Khoo Siak Chew mewakili masyarakat China akan menyetujui pembentukan Federasi Malaysia.

Perjanjian ditandatangani oleh Tunku Abdul Rahman, Harold McMillan, Perdana Menteri Inggris, dan William Goode, Gubernur Borneo Utara terakhir atas nama wilayah tersebut pada tanggal 1 Agustus 1962 yang menyetujui perjanjian untuk pembentukan kesatuan Malaysia.Indonesia dan Filipina menolak pembentukan negara boneka Malaysia yang menyertakan Sabah dan Sarawak. Filipina masih meng-klaim Sabah sebagai bagian dari wilayahnya atas dasar hubungan tradisional Kesultanan Sulu yang memeroleh Sabah sebagai hadiah dari Kerajaan Brunei Raya yang menyerahkan Sabah sebagai wilayah Kesultanan Sulu. Sedangkan Indonesia msaih menganggap Sabah dan Sarawak adalah wilayah bekas kerajaan Majapahit dan Sriwijaya, sehingga suatu saat harus kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Kini, kerusuhan telah dimulai di wilayah Sabah yang disengketakan oleh Malaysia, Filipina dan Indonesia. Sabah diintegrasikan ke dalam wilayah Malaysia hanya berdasarkan perjanjian para pengelana seperti Tun Mustapha, Tun Fuad Stephens dan Khoo Siak Chew. Pada tahun 1980-an Datuk Pairin Kitingan pernah memertanyakan legalitas Malaysia atas Sabah. Sabah sejak bergabung dengan Malaysia selalu diperintah oleh Barisan Nasional keculai antara tahun 1985-1994 di bawah Datuk Pairin Kitingan yang mematahkan kekuasaan Barisan Nasional sebagai pemegang kekuasaan di selutuh Malaysia.

Dengan adanya gerakan kebebasan dan kerusuhan di Sabah, sudah saatnya pemerintah Indonesia memulai peran dan pengaruhnya dengan mencampuri urusan dalam negeri Malaysia. Indonesia harus memanfaatkan kegentingan dengan memerkuat posisi di sepanjang perbatasan Indonesia dengan Sabah dan Sarawak.

Perang di Sabah yang menewaskan lebih dari 50 orang pejuang Sulu-Sabah dan tentara Diraja Malaysia itu merupakan pertanda disintegrasi Malaysia. Situasi di Sabah dikabarkan sebagai menegangkan dan pemerintah Malaysia telah bertindak kejam tanpa peri kemanusiaan dalam menumpas keributan secara militer dalam menghadapi kerusuhan di Sabah. Kerusuhan disebabkan oleh adanya klaim oleh keturunan Sultan Kiram III sebagai pemilik sah Sabah di bawah Kesultanan Sulu dan juga ketidakpuasan penduduk lokal Sabah yang tengah berjuang mendapatkan porsi pembagian kekayaan alam Sabah yang dikeruk dan digunakan untuk membangun Malaysia Barat, bukan Sabah.


Wilayah SABAH "SENGKETA TANAH ANTARA MALAYSIA, INDONESIA dan FILIPHINA"

Quote:

SABAH MENURUT WIKIPEDIA

Sabah adalah salah satu negara bagian di Malaysia dan juga merupakan salah satu dari empat negara pendiri Malaysia di Pulau Borneo. Terletak di timur laut pulau Kalimantan, Sabah lebih kecil dari tetangganya, Sarawak. Ibukota negara bagian ini adalah Kota Kinabalu.

Diambil alih oleh British North Borneo Company pada tahun 1881, dan menjadi protektorat Britania Raya dengan masalah internal tetap diadministrasi oleh perusahaan tersebut tahun 1888. Pada 1946, Pemerintahan perusahaan tersebut berakhir dan Sabah menjadi koloni dari British North Borneo sampai tergabung dalam federasi Malaysia pada 1963.



Mungkin ini akan ada urusan yang akan lebih panjang antara Indonesia, Malaysia dan Filiphina jika dilihat bagaimana sejarah adanya SABAH di pulau Kalimantan alias BORNEO, mungkinkah akan terjadi Kontak Senjata antara Indonesia, Malaysia dan Filiphina, semoga saja tidak akan terjadi ya gan, kita semua ini satu saudara serumpun, tapi hanya dengan adanya masalah TANAH seperti ini siapa yang tahu kalau gejolak perang akan tercipta disini atau mungkin akan lebih dahsyat jika NEGARA NEGARA LAINNYA YANG MERUPAKAN SEKUTU DARI MALAYSIA, INDONESIA dan FILIPHINA datang untuk membantu dari ALIANSI KETIGA NEGARA INI...

Semoga masalah sengketa tanah ini dapat diselesaikan.

Sumber
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: PERANG SABAH bergejolak "Sengketa Tanah antara Malaysia, Indonesia dan Filiphina"
Ditulis oleh tasya diah safitri safitri
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://www.ifadahsyat.biz/2013/03/perang-sabah-bergejolak-sengketa-tanah.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

IFA DAHSYAT support BELI TIKET MURAH - Original design by Bamz | Copyright of IFA DAHSYAT " Seni Berbelanja di Rumah ".