Hindari Pertanyaan Ini dalam Suasana Lebaran, Yang Ditanya Bisa Tersinggung dan kurang PD

Posted by tasya diah safitri safitri Jumat, 09 Agustus 2013 0 komentar
Pertanyaan Biasa Tapi Dianggap Menyakitkan Ketika Lebaran Tiba
Hari Raya Idul Fitri identik dengan silaturahmi ke keluarga besar. Di saat-saat seperti ini, terkadang menjadi momen yang tidak mengenakkan bagi sebagian orang. Karena, tak jarang saudara memberikan pertanyaan yang cukup mengganggu di telinga ini, seperti 'Kapan nikah?'

Jika dilihat lebih dalam, sebenarnya pertanyaan seperti ini adalah pertanyaan yang biasa saja. Tapi, justru pertanyaan seperti ini dianggap menyakitkan oleh orang yang mendapatkan pertanyaan seperti itu.

Berikut pertanyaan biasa tapi dianggap menyakitkan oleh sebagian orang ketika lebaran tiba, yang berhasil dikumpulkan 

1. Kapan nikah?

Kapan nikah merupakan pertanyaan yang seringkali dipertanyakan oleh para saudara, ketika ada saudara lainnya yang berkunjung dari tahun ke tahun belum juga hidup berumahtangga.

Bagi Dira, seorang karyawati sebuah perusahaan swasta di Jakarta, ketika ia bertamu ke rumah saudaranya dan ditanyakan soal yang satu ini, maka Dira masa bodoh dan tidak memperdulikannya.

"Ditanya soal beginian? Jawab saja, 'Aku kan masih kecil, belum layak untuk menikah'. Paling yang dengar rada-rada jijik," ujar Dira.

Penulis buku 'Labirin Rasa' dan blogger tersohor di Indonesia, Eka Situmorang, apabila mendapatkan pertanyaan seperti ini dari om dan tantenya, maka dia akan menjawab, "Oh, oom dan tante mau bayarin resepsinya ya? Nanyain terus!"

Lain Dira dan Eka, lain lagi tanggapan dari Galih, pria tambun yang berprofesi sebagai editor senior di salah satu media di Jakarta.

"Kalau gw yang ditanyain begitu sama teman-teman, biasanya gw akan jawab, 'Ya, elo ke mana saja? Gw sudah lama nikah, dan sudah cerai!'," kata Galih.

Dengan menjawab seperti itu, tambah Galih, biasanya teman-temannya menjadi tidak enak hati, dan Galih pun memiliki senjata untuk mengomentari balik teman-temannya.

"Biasanya kalau teman yang komentar nggak enak sama gw, gw balikin ke dia, 'Makanya, jangan nanya seperti itu. Sopan dong, ah'. Diam deh, dan gw menang," tutupnya.

2. Kapan punya anak?

Biasanya pertanyaan 'Kapan punya anak' akan ditanyakan oleh para saudara, kepada saudaranya yang baru saja menikah dan belum juga dikaruniai momongan.

"Sebal sih, sebal. Cuma ya, gw orangnya nggak terlalu mau ambil pusing. Gw sudah berusaha, tiap hari ML, tapi belum dikasih juga, ya berarti belum rezeki," ujar Bella, yang sudah menikah lebih dari 2 tahun dengan suaminya, Robby.

"Kalau gw belum hamil juga, tandanya Allah masih belum percaya sama gw. Nah, gw harus banyak-banyak menyakini kepada-Nya, kalau gw sudah siap jadi ibu," tambahnya.

Sayangnya, pertanyaan seperti ini tidak hanya ditanyakan pasangan yang baru saja menikah. Pasangan yang sudah memiliki anak pun, terkadang masih ditanya soal yang satu ini.

"Boooo.. Anak gw sudah 3, masa iya gw masih ditanyain hal seperti itu. Kesel gila! Gw suka bingung, memangnya mereka nggak ada pertanyaan lain, ya? Dikira gw ayam kali, ya," cerocos Della.

3. Kapan lulus?

'Kapan lulus?' pun menjadi pertanyaan yang paling disebalin oleh orang yang akan bertamu untuk bersilaturahmi di hari raya.

Karena memang, orang yang bertanya seperti itu tidak memahami betapa tertekannya orang yang belum juga lulus dari perkulihannya, karena suatu hal yang tidak diketahui oleh orang lain.

"Gw sebel ditanya kapan lulus. Memangnya mereka tahu, bagaimana susahnya gw ketemu sama DP (dosen pembimbing) yang sok sibuk itu. Pertanyaan seperti itu kan, dikiranya gw nggak serius kuliah," ujar Deby, mahasiswi tingkat akhir salah satu Universitas swasta di Jakarta.

Jika Deby belum menyelesaikan perkuliahannya karena memang dosen pembimbingnya yang sulit untuk ditemui, lain lagi dengan Surya, yang memang rada malas untuk melanjutkan kuliahnya lagi, karena itu bukan jurusan yang dia sukai.

"Memangnya mereka tahu, kalau jurusan yang gw pilih ini benar-benar gw suka? Nggak, 'kan!? Kesal gw. Gw ngambil jurusan ini kan, karena kemauan orangtua gw, bukan gw," keluhnya.

4. Kapan kerja?

Pertanyaan yang satu ini merupakaan rentetan dari pertanyaan yang sebelumnya sudah terjawab. Biasanya, orang kesal dengan pertanyaan ini, karena untuk saat ini (khususnya di Jakarta), mencari pekerjaan bukanlah suatu hal yang mudah.

"Mereka kira, gw setelah lulus hanya duduk manis karena bakal dapat pekerjaan dari bokap. Padahal enggak. Gw ikut tes sana-sini, tapi memang belum rezeki, bagaimana? Mending mereka nanya kayak gitu ngasih solusi! Kadang-kadang malah dibanding-bandingi," kata Ozy, pegawai swasta yang baru saja mendapatkan pekerjaannya.

Ketika mendapatkan pertanyaan seperti itu, Ozy memilih untuk menghindar, daripada terus menerus ditanya soal yang satu ini.

"Gw sih, milih keluar. Ke mana kek. Paling 10 menit kemudian gw masuk, pertanyaan seperti itu nggak ditanyain lagi," jelasnya.

Sumber: liputan6.com
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Hindari Pertanyaan Ini dalam Suasana Lebaran, Yang Ditanya Bisa Tersinggung dan kurang PD
Ditulis oleh tasya diah safitri safitri
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://www.ifadahsyat.biz/2013/08/hindari-pertanyaan-ini-dalam-suasana.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

IFA DAHSYAT support BELI TIKET MURAH - Original design by Bamz | Copyright of IFA DAHSYAT " Seni Berbelanja di Rumah ".