Benarkah Perempuan Cantik Lebih Bahagia??

Posted by tasya diah safitri safitri Jumat, 31 Januari 2014 0 komentar


SHUTTERSTOCK
Ilustrasi

Selena Gomez, Taylor Swift, Miranda Kerr, Cara Delavingne, dan lain-lain bisa dibilang merupakan selebriti wanita yang sekarang sedang naik daun. Cantik, terkenal, dan kaya raya, pastinya kehidupan mereka lebih membahagiakan dibandingkan kita yang biasa-biasa saja. Benarkah demikian?

Saat sedang jalan-jalan di mal, kemudian berpapasan dengan seorang perempuan cantik dengan tubuh tinggi dan ramping, mengenakan busana trendi keluaran brand mahal. Dalam benak kita, mungkin terlintas rasa iri melihat sosok perempuan cantik tersebut, sembari membayangkan betapa menyenangkan hidupnya!

Sebelum buang-buang waktu membuat pikiran letih akibat rasa iri berlebihan pada seseorang yang kita pikir lebih baik dari diri kita sebuah hasil riset yang dimuat dalam Jurnal of Personality and Social Phsycology mengemukakan bahwa tingkat kebahagiaan perempuan yang dinilai cantik tak lebih tinggi ketimbang perempuan lainnya.

Justru perempuan dengan paras yang dibilang biasa saja, tetapi memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan merasa diri mereka menarik, memiliki kehidupan yang lebih membahagiakan, mempunyai teman lebih banyak, dan karier yang memuaskan.

Selain itu, suasana hati mereka, juga diketahui lebih baik dan selalu bahagia. Kesimpulannya, kebahagiaan seseorang tak ditentukan oleh kecantikan wajahnya. Melainkan, dari sejauh mana ia bisa mencintai dan menghargai apa yang ia miliki. 

Sumber : prevention

Baca Selengkapnya ....

Indahnya Kebersamaan, Foto Persahabatan Dua Wanita Yang Sama-Sama 'Berhijab' Tapi Beda Keyakinan

Posted by tasya diah safitri safitri Kamis, 23 Januari 2014 0 komentar

Indahnya Kebersamaan, Foto Persahabatan Dua Wanita Yang Sama-Sama 'Berhijab' Tapi Beda Keyakinan

Sedang ramai dibicarakan di sebuah sosial media, Path, foto dua wanita berbeda keyakinan yang sedang bergandengan tangan menyeberang jalan bersama.

Saat ini belum diketahui siapa yang awal mulanya memposting foto ini, karena begitu diposting ia langsung menyebar viral dan dire-path oleh banyak orang.

Dari foto itu diceritakan, 8 Januari lalu di sebuah jalan di kota Jogja, seorang wanita muslim berhijab sedang bergandengan tangan dengan seorang suster biarawati. Sama-sama 'berhijab' dan menutup bagian tubuh sesuai ajaran dan keyakinan masing-masing. Rasanya begitu damai dan membahagiakan ketika melihat foto tersebut.


Sedang ramai dibicarakan di Path.com
Sedang ramai dibicarakan di Path.com
 

Bayangkan saja apabila semua wanita di dunia memiliki persahabatan seindah ini. Dunia akan menjadi lebih damai dan membahagiakan bukan.

Foto ini adalah sebuah pelajaran penting yang mengajarkan kita soal perdamaian dengan cara yang sangat sederhana. Bukan sesuatu yang besar dan banyak mengandung kata-kata, tetapi maknanya benar-benar bisa dipahami dan apabila dipraktekkan maka akan menciptakan sebuah hasil yang mengagumkan di kehidupan nyata.

Sumber: Vemale.com 


Baca Selengkapnya ....

Bagusan diasuh Ibu atau nenek ?

Posted by tasya diah safitri safitri 0 komentar

www.tiket2012.blogspot.com 

Tak perlu khawatir jika pola asuh Anda dan kakek nenek Si Kecil cenderung berbeda. Hal ini justru dapat menjadi stimulasi emosi yang berguna untuk perkembangan buah hati. Masalah perbedaan cara asuh memang lumrah terjadi. Ada kalanya, orangtua yang mencoba mendidik anak untuk disiplin harus berkompromi dengan sikap Sang Nenek yang justru ingin memanjakan cucunya. Atau, bisa juga sebaliknya. Anda memanjakan anak sementara orangtua Anda sangat keras dan disiplin kepada cucunya. Bahkan, tak jarang Anda ditegur karena pola asuh yang dinilainya salah.
Perbedaan pola asuh memang mungkin saja terjadi. Setiap orang memiliki kecenderungan yang berbeda saat memperlakukan cucu atau buah hatinya. Bahkan bukan tak mungkin jika seorang nenek menerapkan pola pengasuhan yang disiplin kepada anaknya, namun justru bersikap sangat memanjakan pada cucunya,.

Hangat & Dekat
Jika ditarik dari sejarah, meski setiap individu memilik cara yang berbeda, namun kecenderungan pola asuh zaman dahulu kental dengan gaya disiplin yang kaku. Dalam artian, anak tidak memiliki banyak pilihan dan hukuman yang diberikan pada setiap kesalahannya seolah dianggap lumrah. Sampai aliran behaviorisme ditemukan dan dipopulerkan di masyarakat, terbentuklah pemikiran bahwa pengasuhan yang baik itu bukan selalu menghukum, melainkan juga memberikan pujian. Jadi lebih ke reward dan punishment .

Penemuan di dunia parenting yang menyebutkan bahwa attachment orangtua dan anak sangat penting. Di atas segala jenis pola asuh, yang terpenting adalah kehangatan, kedekatan, dan rasa sayang antara ibu dan anak, yang disertai dengan batasan-batasan yang jelas. Jika pola attachment orangtua dan anak sudah kuat, Si Kecil tak akan terpengaruh dengan pola asuh yang diberlakukan orang lain kepadanya.

Harus Konsisten
Terkadang, sikap orangtua yang mencampuri cara Anda membesarkan buah hati terasa mengganggu. Anda pun terjebak dalam dilema. Di satu sisi, keakraban Sang Nenek dengan cucunya adalah hal yang begitu Anda harapkan. Di sisi lain, Anda juga khawatir Si Kecil akan bingung dengan perlakuan atau peraturan yang berbeda.

Rasa khawatir semacam ini justru tidak perlu. Perbedaan pola asuh Anda dan orangtua Anda yang diberlakukan pada Si Kecil justru dapat menstimulasi aspek sosial buah hati. Dia akan mendapat pelajaran mengenai cara membedakan perilaku orang dan berperilaku yang pantas pada orang yang berbeda. Maka, itu membantu dia belajar mengenai perkembangan sosial. Hal ini juga akan berguna untuk buah hati di kemudian hari.

Satu hal yang penting dan seringkali dilupakan adalah menjaga konsistensi. Anda harus konsisten pada pola asuh yang telah diberlakukan sehingga dapat menetap di pikiran anak. Jangan sampai hari ini mengizinkan, besok melarang. Jika Anda memberlakukan pola asuh disiplin dengan konsisten, lambat laun anak akan tahu bahwa itu yang diharapkan Anda dan ia akan berusaha mematuhinya. Dan tak masalah jika Anda yang melarang namun Sang Nenek atau Sang Kakek mengizinkan karena akan menguntungkan anak. Ia akan kaya dengan nuansa perbedaan individuala.

Jangan Berjarak
Semakin sering terjadi interaksi antara nenek dan cucu memang memperbesar terjadinya perbedaan pola asuh yang diterima buah hati. Sebagai orangtua, Anda tetap paling berhak menentukan apa yang sebaiknya diterapkan pada Si Kecil. "Maka jika eyang, orangtua, dan anak tinggal dalam satu atap, Anda dan buah hati harus memanfaatkan area privat semaksimal mungkin.

Sebut saja jika buah hati sedang tantrum. Nenek atau kakek bersikeras untuk menggendong buah hati dan mengabulkan keinginannya. Sementara Anda memiliki cara sendiri untuk meredakan tantrumnya. Sebelum orangtua Anda turun tangan, bawa buah hati ke kamar dan ajak ia bicara hingga tangisnya mereda.

Setelah urusan Anda dan buah hati usai, baru keluar dari kamar. Pasalnya, pada siapa pun Anda memercayakan pengasuhan, baik pada eyang atau pada pengasuh, namun tetap saja ibu dan anak membutuhkan waktu khusus untuk menebalkan ikatan tadi. Sementara ketika Anda mulai merasa orangtua terlalu banyak turun tangan dalam menangani Si Kecil, Anda tak perlu menciptakan jarak antara orangtua Anda dan buah hati. Dekati orangtua, bukan justru memberi jarak. Pasalnya, jika Anda dekat dengan orangtua dan orangtua melihat perlakuan Anda yang tegas namun penuh kasih sayang pada buah hati, misalnya, pada akhirnya orangtua akan respek pada Anda dan mempercayakan pola pengasuhan yang Anda terapkan.

Proses membuat orangtua Anda percaya memang membutuhkan waktu dan kesabaran. Namun pada akhirnya, jika pola asuh yang Anda yakini terbukti membawa hasil menyenangkan pada buah hati, orangtua Anda pun akan percaya dan menghargai Anda.

3 Pola Asuh
Tiga jenis pola asuh yang dikategorikan oleh Diana Baumrind, ahli psikologi perkembangan dari New Yorka. Secara umum pola asuh memiliki tiga jenis, yaitu:

1. Otoriter: Tipe pengasuhan ini umumnya bersifat parent center. Jadi, memberi hukuman pada anak lumrah saja karena semua dilakukan atas kehendak orangtua.
2. Permisif: Tipe pengasuhan ini bersifat child center, orangtua cenderung sangat memanjakan anak dan mengikuti apa saja yang diinginkan anaknya.
3. Otoritatif: Tipe pengasuhan yang menyeimbangkan sisi otoriter dan permisif, yaitu tidak melulu menghukum atau memanjakan, namun bisa mengatur dan menghargai dengan disesuaikan pada konteksnya.

Tipe otoritatif dianggap paling ideal karena hubungan orang tua dan anak akan hangat namun anak juga mengenal batasan. Namun, masih sulit untuk menanamkan pola ini pada orangtua. Karena yang banyak terjadi justru otoriter sekalian atau permisif sekalian. Jarang ada yang dapat menyeimbangkan keduanya.

Tantangan Baru
Nina memaparkan sebuah fenomena yang bisa dikatakan baru yaitu bertambahnya orangtua yang justru takut kepada anaknya. "Takut membuat anak sedih, kecewa, atau marah. Akhirnya segala keinginan anak dituruti saja. Itu termasuk pada pola permisif," ujarnya.

Nina juga memaparkan bahwa kini, baik orangtua maupun anak memiliki tantangan baru. "Tantangan itu utamanya dilihat dari dunia yang kian mengglobal. Perkembangan internet dan teknologi tak dapat dibantah sangat memengaruhi perubahan sikap seseorang menjadi lebih menuntut kecepatan dan kemudahan. Akibatnya, seseorang menjadi lebih tidak sabar dalam mencapai tujuan, termasuk dalam pola pengasuhan. Padahal, dalam membentuk sikap yang menetap pada buah hati tentu tidak dapat diraih dengan instan, kan?

Di lain sisi, jika dilihat dari perkembangan kognitif dan emosional anak, tingkatan perkembangan anak zaman dahulu dan sekarang sebenarnya sama saja. Misalnya usia anak belajar berjalan, mulai berbicara, itu dari dulu hingga sekarang, kan, sama. Perkembangan kognitif dan emosional anak memang akan tetap sama, hanya dengan tantangan yang berbeda.

Sumber: tabloidnova

Baca Selengkapnya ....

Tips Mix And Match Busana Kerja Tapi Tetap Rapi

Posted by tasya diah safitri safitri Selasa, 21 Januari 2014 0 komentar

Tips Mix And Match Busana Kerja Tapi Tetap Rapi

Apakah Anda menggunakan pakaian bebas setiap kali kerja? Well,  memang menyenangkan ya? Namun tantangannya adalah ketika kita perlu mencari pakaian yang tepat untuk ngantor.

Salah menggunakan pakaian bisa-bisa kita kelihatan terlalu santai. Nah, kali ini belajar dari Fashion Blogger Extra Petite yuk? Di mana kita bisa nyontek gaya profesional tapi tetap stylish dari wanita yang satu ini. Nggak perlu khawatir kelihatan kaku, karena Jean dari Extra Petite selalu tampil penuh warna dan dinamis.

Bahan Kain

Anda perlu banyak pakaian yang menggunakan bahan kain. Bahan kain yang tebal, atau bahan kain lentur sangat cocok untuk kehidupan kantor. Misalnya setelan blus dan rok sepan dari bahan kain yang tebal tapi mudah rapi dan nyaman. Atau bahan kain lentur untuk atasan yang biasanya cocok bagi wanita feminin. Anda juga bisa menggunakan bahan celana kain yang membuat Anda kelihatan sangat berwibawa dan modern.


Tips Mix And Match Busana Kerja Tapi Tetap Rapi

Blazer

Salah satu item fashion yang bisa menyelamatkan Anda adalah blazer. Saran dari kami adalah pilih blazer dengan warna netral. Namun, jangan ragu mengoleksi 1-2 blazer dengan warna yang lebih terang.

High Heels

Gunakan high heels dengan warna basic. Ini akan sangat menolong Anda untuk berpenampilan lebih formal. Anda bisa memilih heels yang nyaman, tak harus selalu menggunakan hak yang tinggi.


(c) Extra Petite

Rok Sepan Atau Tulip

Ada dua jenis rok kerja kantor yang kami rekomendasikan. Rok sepan atau tulip. Rok sepan lebih mengatup pada kaki, membuat Anda nampak jenjang dan feminin. Tapi kalau pinggul Anda agak besar, pakailah rok tulip. Rok ini tak terlalu mekar, tapi cukup dinamis untuk Anda yang banyak bergerak.

Gaya Yang Persuasif

Ada beberapa gaya yang persuasif dan biasanya dibutuhkan untuk bertemu dengan klien. Misalnya dengan menggunakan mini dress dari bahan yang agak kaku. Sehingga tetap terlihat rapi setiap saat. Atau gunakan celana skinny dengan paduan blazer. Jenis pakaian seperti ini bisa membuat kepribadian Anda lebih nampak.

Itulah beberapa tips fashion yang bisa kami berikan. Cek galeri kami untuk mendapatkan beberapa rekomendasi gaya fashion formal untuk wanita kantoran.

Sumber: www.vemale.com


Baca Selengkapnya ....

Jangan Gegabah Mendapatkan Wajah Menawan dengan Instan

Posted by tasya diah safitri safitri Rabu, 15 Januari 2014 0 komentar
Jangan Gegabah Mendapatkan Wajah Menawan dengan Instan
Ilustrasi

Salah satu alasan orang melakukan bedah plastik adalah untuk mendapatkan penampilan fisik yang menawan.

Dari sekian banyak bedah plastik, Rhinoplasty atau bedah plastik untuk memperbaiki bentuk hidung sangat diminati. Tujuannya tentu untuk memperoleh bentuk hidung yang proposional atau mancung.

Sayangnya, hingga kini masih banyak masyarakat memperbaiki bentuk hidung tanpa melewati prosedur bedah plastik estetik dengan benar. Misalnya melakukan suntik silikon cair di hidung, yang dikenal dengansiliconoma. Faktor harga yang relatif murah menjadi alasan. Banyak yang menganggap itu bagian dari bedah plastik.

"Suntik silicon cair itu bukan prosedur bedah plastik. Sudah masuk ranah kriminal dan pelakunya harus di tangkap," kata dr. Teuku Adi Fitrian, Sp.BP dalam media briefing mengenai "Improving Life Quality Through Aesthetic & Recontrukive Sugery, di Hotel Indonesia (31/7).

Karena masuk ranah kriminal tadi, maka suntik silikon ini banyak di lakukan secara sembunyi-sembunyi. Terutama di salon-salon kecantikan. Karena berbentuk cairan, maka silikon ini bisa mengalir ke mana-mana.

Kalau kepala bergerak ke kiri ia akan mengalir ke kiri dan sebaliknya. Bila kebanyakan memasukan cairan akan menyebabkan muka hancur dengan ditandai warna kemerah-merahan pada hidung.

Jika sudah begini maka perlu penanganan dokter bedah plastik. Proses penormalan kembali muka yang sudah "rusak" tadi memakan waktu cukup lama.

Jadi, buat yang mau memancungkan hidung, pikir-pikir dulu jika harus disuntik silikon. Jangan sampai tergiur biaya murah di awal, malah merogoh kantung yang dalam untuk mengembalikan wajah yang rusak akibat prosedur ilegal tadi.


Baca Selengkapnya ....

Menuju “Puncak” Asmara di Malam Berhujan

Posted by tasya diah safitri safitri 0 komentar
Menuju
Ilustrasi

Di malam berhujan seperti sekarang, memang paling asyik dilalui dengan bermanja-manjaan bersama suami. Udara yang dingin membuat pelukan suami terasa hangat dan membuai perasaan, nikmatilah dengan perhatian penuh hanya tertuju pada suami, supaya "pendakian" menuju "puncak" asmara berjalan mulus tanpa kendala berarti.

Siapa yang tidak ingin merasakan sensasi bercinta yang lebih seru dan menggebu?  Semua pasangan suami istri, jika diajukan pertanyaan seperti ini, mungkin saja langsung mengacungkan ibu jari tanda setuju.

Salah satu cara agar kehidupan seks dengan suami tak berjalan monoton adalah Anda harus menjadi seorang istri yang kreatif dalam menciptakan variasi gaya dan membangun mood bercinta, yang panas serta membangkitkan gairah, hingga akhirnya mencapai tahap "puncak" asmara yang sarat "ledakan" dan kenikmatan yang berlipat ganda.

Menurut Rob Bell, penulis Sex God: Exploring the Endless Connections between Sexuality and Sprituality, seperti dikutip dari Glamour, "Salah satu yang membuat acara bercinta berjalan datar-datar saja adalah pasangan yang memikirkan banyak hal ketika sedang beraksi. Banyak pasangan yang meremehkan hal ini, menurut mereka, terbersit pikiran soal meeting esok hari saat bercinta bukanlah hal yang mengganggu, ini salah besar!"

Setiap distraksi yang Anda rasakan secara psikologis akan memunculkan percikan konflik dan  rangsangan non-seksual di otak, di mana hal ini secara otomatis akan mengurangi kenikmatan. Walaupun tak bisa dimungkiri bahwa, tidak mudah untuk menghalau hadirnya pikiran lain ketika sedang asik menikmati intimasi bersama suami.

Nah, mengenai konsentrasi saat bercinta, Rob menawarkan trik yang mungkin dapat membantu Anda agar bisa berkonsentrasi. "Pusatkan perhatian pada kenikmatan saat Mr. P tengah mengeksplorasi kemampuannya saat berpenetrasi pada Miss Cherry. Rasakan setiap gerakan dan tekanan pada tubuh Anda. Dengan meresapi seluruh tahapan permainan pada tubuh, membuat pikiran tergiring untuk berpusat pada apa yang terjadi," terang Rob.

Selain itu, supaya tidak bosan, beranilah mengarahkan suami kapan untuk berganti posisi atau siapa yang pegang kendali. Di sela-sela bercinta, jangan lupa untuk beberapa kali menarik napas dalam-dalam secara perlahan hingga terasa ke bagian perut, menurut Rob metode pernapasan yang demikian membantu pikiran dan tubuh lebih rileks. Sehingga "pendakian" Anda dan suami menuju fase klimaks, akan terasa lebih mudah dan penuh hasrat meletup-letup hingga akhir tahapan bercinta. 

Sumber : Glamour

Baca Selengkapnya ....

Stop Mendengkur Dengan Cara Mudah Ini...

Posted by tasya diah safitri safitri Selasa, 07 Januari 2014 0 komentar

Stop Mendengkur Dengan Cara Mudah Ini
(c) shutterstock.com

Mendengkur adalah salah satu hal yang paling menjengkelkan bukan? Meskipun Anda tidak sadar, tapi kalau beberapa orang bilang tidur Anda mendengkur, aduh nggak enak juga kalau tidur bareng-bareng. Dilansir dari boldsky.com, ini lho Ladies cara mudah supaya Anda tidak mendengkur saat tidur.

Tambahan Bantal
Alih-alih Anda tidur di tempat yang terlalu datar, gunakan beberapa bantal tambahan. Fungsinya adalah untuk menahan saluran pernapasan sehingga tidak terlalu tertekan oleh badan Anda.

Miring ke samping
Cara ini rupanya sudah menjadi rahasia umum untuk mencegah tidur mendengkur. Tidur dengan posisi tubuh menghadap samping memang bisa mencegah tidur mendengkur karena lidah tak akan menutupi jalannya udara seperti saat Anda tidur telentang.

Menghirup uap
Steam atau menghirup uap bisa jadi melegakan pernapasan Anda. Lendir yang biasanya menyumbat saluran pernapasan bisa menjadi encer tak tak menyumbat lagi. Anda bisa menghirup uap dari air panas yang Anda rebus.

Berhenti merokok
Kalau Anda pecandu rokok, hentikanlah mulai sekarang. Rokok bisa menjadi penyebab utama masalah pernapasan.

Berhenti mengonsumsi pil tidur
Mengonsumsi pil tidur, minum alkohol, ataupun soda bisa membuat otot-otot Anda lebih tegang. Berhentilah mengonsumsi pil tidur ataupun alkohol sehingga saat tidur otot-otot Anda akan lebih rileks.

Segera obati flu
Batuk pilek bisa menjadi salah satu hal yang menyebabkan dengkuran. Jadi atasi dengan segera batuk pilek Anda supaya tidur Anda bebas dari dengkuran.

Hindari 'Nyemil' saat mau tidur
Nyemil saat akan pergi tidur akan meningkatkan produksi lendir di saluran napas. Makanan ringan yang Anda konsumsi mengandung banyak lemak yang merangsang meningkatnya produksi lendir ini.

Sumber


Baca Selengkapnya ....

Hipertensi pada Wanita Lebih Berbahaya

Posted by tasya diah safitri safitri Minggu, 05 Januari 2014 0 komentar
Hipertensi pada Wanita Lebih Berbahaya

Wanita sebaiknya segera mendeteksi penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) dan mengobatinya. Pasalnya, ancaman hipertensi lebih besar mengintai wanita dibanding pria.

Fakta ini ditemukan peneliti dari Wake Forest Baptist Medical Center dan dipublikasikan dalam Therapeutic Advances in Cardiovascular Disease. Riset ini merupakan yang pertama menemukan perbedaan signifikan pada mekanisme penyebab hipertensi pada wanita dibanding pria.

"Kalangan medis berfikir penyebab hipertensi pada wanita dan pria sama, sehingga pengobatan dilakukan berdasarkan anggapan tersebut. Dalam studi ini, gender pertama kali dipertimbangkan sebagai elemen penting untuk mencari pengobatan antihipertensi. Tentunya dengan mempertimbangkan berbagai hal, misal kenaikan tekanan darah," kata pimpinan riset, Carlos Ferrario.

Ferrario mengatakan, 20-30 tahun belakangan angka kematian pada pria akibat penyakit kardiovaskuler cenderung menurun. Namun, penurunan tersebut tidak terjadi pada wanita. Di Amerika Serikat, penyakit kardiovaskuler justru menjadi pembunuh utama wanita. Bila wanita dan pria dirawat dengan penyebab dan cara yang sama, apa yang membuat hasilnya berbeda?

Menurut para peneliti, perbedaan hasil berkaitan dengan gender dan kurangnya pengertian mekanisme biologi dasar pada wanita dan pria. Hal ini dibuktikan lewat studi yang dilakukan terhadap 100 wanita dan pria, berusia 53 tahun dan lebih, yang menderita hipertensi namun tidak dirawat dengan baik. Para responden juga tidak mengalami penyakit lain akibat darah tinggi. Tes yang dilakukan di ruang praktek dokter ini, bisa memberi info kondisi kesehatan dan sirkulasi darah pada tubuh responden.

Tes ini untuk mengukur kondisi hemodynamic seseorang, yaitu kondisi yang memengaruhi sirkulasi darah seseorang. Tes ini juga untuk mengetahui kondisi dan mekanisme hormon yang mempengaruhi tingginya tekanan darah pada pria dan wanita.

Peneliti menemukan, penyakit pembuluh darah 30-40 persen lebih banyak ditemukan pada wanita dibanding pria. Sebagai tambahan, ada perbedaan fisiologis signifikan antara sistem kardiovaskuler wanita dan pria, termasuk tipe dan banyaknya hormon yang berperan dalam pengaturan tekanan darah. Hormon ini yang kemudian berperan dalam tingkat keparahan dan frekuensi penyakit jantung.

"Riset kami menyarankan perlunya pemahaman lebih baik dan spesifik pada wanita. Nantinya bisa diketahui bagaimana proses hipertensi dan penanganan yang baik bagi wanita. Kami perlu mengevaluasi protokol baru terkait pengobatan, kombinasi dan dosis obat yang diperlukan, untuk mengobati hipertensi pada wanita," kata Ferrario. 


Baca Selengkapnya ....

5 Alasan Gagalnya Diet di Tengah Jalan

Posted by tasya diah safitri safitri Jumat, 03 Januari 2014 0 komentar
Mendapatkan tubuh langsing tanpa diet itu mudah kok.

Tahun baru merupakan saat-saat orang begitu bersemangat memulai program diet yang baru sebagai bagian dari resolusi. Sayangnya, kebanyakan rencana tersebut tidak bertahan lama, dan mungkin berakhir sebelum Februari.


Menurut Cynthia Sass, ahli gizi dan pakar kesehatan masyarakat dari New York, Amerika Serikat, kegagalan diet dalam waktu singkat mungkin saja terjadi. Bahkan, niat untuk menjadi lebih langsing justru akan berubah menjadi hal yang sebaliknya. Oleh karena itu, kenalilah lima alasan gagalnya diet berikut agar program diet yang sudah Anda rancang tidak akan berakhir dengan kegagalan.

1. Bingung memilih yang terbaik

Banyaknya metode diet yang ada di masyarakat kini kerap membuat orang bingung untuk memilih mana yang terbaik untuknya. Misalnya diet populer seperti Obsessive Corbuzier Diet (OCD), diet alkalin, diet detox, diet bebas gluten, atau menjadi vegan, mana yang akan Anda pilih?

Sass mengatakan, sebelum memulai diet pastikan Anda mengetahui dulu seluk-beluk tentang diet sehingga tidak ada kebingungan saat melakukannya.

"Pastikan Anda memilih diet yang nyaman bagi Anda sehingga kemungkinannya untuk bertahan lama besar," saran Sass.

2. Tidak menurunkan berat badan dengan cepat

Hasil dari diet yang cepat terlihat merupakan kunci seseorang tetap termotivasi menjalani dietnya. Namun, ketika berat badan tidak turun selama seminggu ketika melakukan sebuah program diet, jangan berpikir bahwa diet tidak efektif.

Menurunkan 450 gram lemak tubuh sudah dapat menyusutkan tubuh. Maka seharusnya Anda dapat melihat perbedaan besar pada pakaian yang Anda pakai.

Diet yang menjanjikan hasil yang cepat kemungkinan hanya mengurangi kadar air pada tubuh. Padahal, meskipun lebih cepat dan mudah, mengurangi kadar air tidak sama sekali mengubah komposisi tubuh.

3. Kembung

Salah satu efek dari memiliki pola makan yang lebih sehat mungkin adalah kembung. Pasalnya peningkatan konsumsi buah, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan akan meningkatkan asupan serat. Lantaran serat lebih sulit untuk dicerna, dibutuhkan waktu yang lebih lama sebelum nutrisi dapat masuk ke dalam aliran darah.

Kendati demikian, biasanya kondisi ini hanya berlangsung selama beberapa hari. Untuk mengatasinya, Anda hanya perlu minum banyak air dan tetap aktif. "Ingat, perut kembung tidak akan mengubah komposisi tubuh apa pun. Ini hanya reaksi tubuh sementara untuk beradaptasi," ujar Sass.

4. Kurangnya dukungan

Saat memulai pola makan yang lebih sehat, lingkungan adalah faktor penting penentu keberhasilannya. Ketika orang-orang terdekat masih dalam gaya hidup yang lama seperti terbiasa memakan camilan berlemak atau melewatkan olahraga, mungkin akan lebih sulit bagi Anda mempertahankan pola makan yang sudah Anda program. Solusinya, Anda dapat memperluas pertemanan dengan orang-orang yang juga memiliki gaya hidup sehat sehingga Anda pun dapat saling memotivasi.

5. Menyerah di hari-hari yang sulit

Saat sedang lelah, pekerjaan menumpuk, masih harus berolahraga, dan memasak dengan sehat, besar kemungkinan Anda untuk menyerah. Namun sebenarnya, Anda bisa melakukan "cheating day" untuk menghadapi kejenuhan tersebut. Di hari itu, Anda bebas bolos olahraga atau makan semaunya. Namun ingat, setelahnya Anda perlu kembali disiplin mengikuti program diet yang sudah dibuat.

Sumber: kompas.com


Baca Selengkapnya ....
IFA DAHSYAT support BELI TIKET MURAH - Original design by Bamz | Copyright of IFA DAHSYAT " Seni Berbelanja di Rumah ".